Pemprov Bali Rekomendasi Isolasi Terpusat Cegah Klaster Keluarga Varian Delta

    


Gubernur Bali Wayan Koster menjadi narasumber Webinar 'Transformasi Balinusra, Meningkatkan Ketahanan Ekonomi Daerah' yang diadakan oleh Bank Indonesia, Rabu, 9 Juni 2021 - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Isolasi mandiri di tengah merebaknya varian delta, dikatakan Gubernur Bali Wayan Koster, beresiko terjadi penularan masif dan cepat. Koster mengatakan, angka kasus harian meningkat cepat melalui klaster keluarga.

Membendung varian delta di tengah masyarakat, Pemerintah Provinsi Bali dan Kabupaten Kota se-Bali mulai menerapkan kebijakan karantina terpusat. Pelaksanaannya dikoordinir oleh Pangdam IX/Udayana bersinergi dengan Polda Bali,  masing-masing beserta jajaran.

“Karantina terpusat ini dilakukan untuk menghindari klaster keluarga dan mengurangi penambahan kasus baru Covid-19 yang meningkat cepat karena varian delta,” kata Koster, Jumat, 30 Juli 2021.

Penelusuran yang dilakukan mengungkapkan data bahwa, 40% orang terinfeksi covid-19 sudah mendapatkan vaksin. Namun prosentase terbesarnya, kelompok yang tak mendapatkan vaksinasi sebesar 60%.

Fatality Rate juga menunjukkan, bahwa vaksinasi mengurangi resiko meninggal dunia saat terinfeksi corona, atau 7%. Sedangkan 91% yang belum mendapatkan vaksin berpotensi fatal jika terinfeksi virus tersebut.

“Mulai akhir bulan Juli 2021 dilakukan percepatan vaksinasi suntik ke-2, dengan target pada akhir bulan September 2021 sudah selesai tuntas,” jelas Koster di Denpasar, Jumat, 30 Juli 2021.

Data juga menunjukan bahwa pasien Covid-19 yang meninggal, 63% didominasi oleh pasien dengan penyakit bawaan (komorbid), dan sebanyak 37% adalah pasien yang tak memiliki komorbid.

Hasil penulusuran lebih lanjut menunjukkan bahwa penyakit bawaan yang mengakibatkan meninggalnya pasien Covid-19 diantaranya, diabetes melitus sebanyak 28,1%, hipertensi 17,9%, penyakit gagal ginjal 17,9%, penyakit jantung sebanyak 11,1%, penyakit paru-paru sebanyak 9,3% dan jenis penyakit lain.

Koster mengatakan, pencapaian herd immunity vaksinasi tahap I di Bali telah melampuan angka 100% yakni 3 juta penduduk Bali. Sedangkan vaksinasi kedua baru 807.838 orang (26,96%).

“Bali terus melakukan komunikasi secara intensif kepada pemerintah pusat agar mendapat tambahan jumlah vaksin sebanyak 1,4 juta dosis,” jelas Gubernur.

Sejak pandemi covid-19 menghantam Bali di bulan Maret 2020 hingga sekarang, jumlah kasus Covid-19 di pulau Dewata mencapai 72.555 orang. Rata-rata penambahan kasus baru sebanyak 816 orang. (Way)