Pemkab Gianyar Panggil Pemangku Bersihkan Hotel ‘Berhantu’ untuk OTG

    


Pemangku yang dipanggil untuk menstransmisikan hotel karantina pasien Covid-19 yang dilaporkan berhantu di Gianyar - foto: Catur/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Sejumlah tempat karantina untuk pasien Covid-19 telah disediakan Pemkab Gianyar, Bali. Dari sekian hotel yang dijadikan lokasi karantina, muncul permasalahan terkait laporan adanya satu hotel yang diyakini dihuni makhluk astral alias berhantu. Hotel berhantu di Bali tersebut berada di Kecamatan Ubud, Gianyar.

Bahkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Gianyar mengajak Jro Mangku untuk ‘membersihkan’ hotel tersebut, Selasa (6/10/2020). Hotel berhantu tersebut diduga saat beroperasi tidak pernah dilakukan upacara penetralisiran.

Terlebih lagi, hotel tersebut dikelilingi pepohonan besar dan dekat dengan Beji atau pemandian suci. Kondisi semakin singup. Mengingat, sebagian ruangan yang ada tidak terpakai seperti lobi, dan ruangan lainnya kecuali kamar hotel yang digunakan untuk isolasi pasien OTG.

Hotel tersebut baru digunakan pemerintah belum genap sepekan. Setiap hari ada 13 petugas dari unsur Satpol PP dan kepolisian yang berjaga. Dari total petugas jaga itu, mereka dibagi menjadi tiga shift, pagi, sore dan malam.

Menurut penuturan petugas yang mampu memdeteksi keberadaan mahkluk tak kasat mata itu, gaib yang ada terlihat dari depan hotel. Makhluk-makhluk itu berupa sosok perempuan beretnis Tionghoa. Kemudian ke dalam terdapat anak kecil bersama sosok perempuan.

Di lokasi dekat beji, kerap terdengar keramaian, padahal lokasinya jauh dari pemukiman.

“Yang dikarantina belum pernah ada yang diganggu, cuma waktu ini petugas yang jaga melihat sosok tinggi besar. Kemungkinan hotel ini tidak pernah dinetralisir sebelum dipakai, makanya mahkluk tak kasat mata bebas berkeliaran di sini,” kata seorang sumber di lokasi.

Sekda Gianyar, Made Gde Wisnu Wijaya membenarkan pihaknya telah mengajak seorang pemangku ke hotel yang dimaksud. Namun dia menegaskan, hal tersebut bukan untuk mengusir hantu, namun untuk menetralisir aura negatif yang ada di sana.

“Kita membawa pemangku ke sana untuk minta izin karena menggunakan tempat itu,” kata Wisnu Wijaya.

“Bagaimanapun, apalagi berkaitan dengan orang sakit, kita mesti menetralisir kekuatan negatif yang ada di sana supaya yang menempati nantinya nyaman dan cepat sembuh. Tidak ada mengusir hantu,” tambahnya.

Wisnu mengatakan, saat ini hotel tersebut telah dihuni sejumlah OTG.

“Sudah ada yang dikarantina di sana. Tapi untuk rinciannya, per hari ini saya belum dapat laporan,” ujarnya demikian. (ning)