Menuju Adiwiyata Mandiri, SMPN 4 Purworejo Galakkan Kebersihan Lingkungan

    


Siswa-siswa SMPN 4 Purworejo, saat piket membersihkan lingkungan sekolah - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – SMPN 4 Purworejo, terus mempertahankan statusnya sebagai sekolah Adiwiyata Nasional. Sekolah ini, giat menggalakkan kebersihan lingkungan supaya tetap bersih, hijau dan asri.

Untuk mempertahankan itu semua, pada musim liburan sekolah lalu, siswa secara bergiliran piket sekolah untuk membersihkan lingkungan, menjaga dan merawat tanaman, supaya selalu terlihat bersih, hijau dan segar. Setiap hari, dua kelas dijatah piket.

“Sekolah Adiwiyata ini dirintis sejak 2016. Dan pada Desember 2018 lalu, kita menerima penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup sebagai sekolah Adiwiyata Nasional,” ujar Eko Partono, Kepala SMP N 4 Purworejo, didampingi Sri Hariyanti, selaku koordinator Adiwiyata bidang lingkungan dan Nunun Dwiyuniati, bidang pengolahan sampah, Sabtu (4/1).

Diungkapkan oleh Sri, saat ini, SMP N 4 Purworejo tengah merintis menjadi sekolah Adiwiyata Mandiri. Untuk menuju ke arah itu, maka harus bisa mempertahankan lingkungan sekolah supaya tetap bersih dari sampah, hijau, dan asri, dengan terus menggalakkan kebersihan lingkungan.

Secara internal, kata Sri, untuk menumbuhkan kesadaran, sekaligus kepedulian siswa terhadap kebersihan lingkungan, pihak sekolah memberlakukan sanksi denda, bagi siswa yang membuang sampah sembarangan.

Dengan denda Rp 2 ribu untuk pelanggaran ini, pelan tapi pasti, kesadaran siswa untuk tidak membuang sampah terus meningkat, yang ditandai dengan minimnya pelanggaran.

“Untuk kantin sekolah, supaya tidak menggunakan plastik, maupun bahan pengawet,” kata Sri.

Syarat untuk menuju sekolah Adiwiyata Mandiri, salah satunya, harus memiliki sekolah binaan, minimal 3 sekolah. Hingga kini, baru SMP N 25 dan SMP N 29 Purworejo, yang menjadi sekolah binaan SMP N 4 Purworejo.

“Sekolah binaan itu kita yang membimbingnya, dari kebersihan lingkungannya, cara pengolahan sampah, tanaman, hingga administrasi. Diawali dari tingkat kabupaten,” terang Sri.

Keberadaan sekolah Adiwiyata, menurut Nunun, tak lepas dari pengelolaan sampah. Di SMP N 4 Purworejo, sudah memiliki bank sampah, dan mampu memproduksi pupuk kompos.

“Dalam hal ini, kita menjalin kerjasama dengan bank sampah Tri Guyub Rukun, Loano. Pupuk kompos yang kita produksi, kita titipkan disana. Jika ada yang membutuhkan, kita jual. Jika kita membutuhkan, ya kita ambil,” pungkas Nunun. (Jon)