KORANJURI.COM – Masuk liburan sekolah sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Tabanan dipadati wisatawan. Untuk memikat pengunjung, pengelola daya tarik wisata membuat event khusus.
Seperti di lokasi Daya Tarik Wisata (DTW) Ulun Danu Beratan, selama dua bulan penuh menggelar atraksi budaya berupa parade Gebogan, tarian Bali hingga pertunjukan Baleganjur.
Atraksi yang disajikan mampu menyihir wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Kunjungan pun melonjak dari jumlah rata-rata harian di kisaran 1.000 wisatawan, kini menjadi 1.300 orang per hari.
“Memang ada peningkatan kunjungan terutama wisatawan domestik yang datang dalam jumlah besar. Tapi, di obyek wisata ini wisman juga cukup dominan,” kata Humas DTW Ulun Danu Beratan Agus Teja Saputra, Jumat, 3 Juli 2026.
DTW Ulun Danu Beratan menjadi obyek wisata yang ikonik dari keberadaan Pura Ulundanu dan danau purba di dataran tinggi Bedugul, Tabanan. Bedugul sendiri merupakan perpaduan kata Bedug dan Kulkul (kentongan).
Keduanya menyatu sebagai simbol perpaduan harmonis antara umat Hindu dan umat muslim di wilayah Candi Kuning.
Agus mengatakan, pertunjukan budaya itu hadir setiap hari pada jam tertentu, sehari bisa dua atraksi ditampilkan. Keunikan budaya yang ada membuat wisatawan lebih lama berada di destinasi wisata itu.
“Kalau umumnya mereka datang hanya melihat-lihat suasana kemudian kembali, tapi dengan pertunjukan yang kami sajikan, wisatawan bersedia menunggu, jadi waktu kunjungannya lebih lama,” kata Agus.
Wisatawan domestik yang ada didominasi oleh wilayah di Jawa Timur dan Yogyakarta. Namun, secara umum wisatawan nusantara juga datang dari wilayah Sumatera hingga Kalimantan.

Di destinasi wisata Tanah Lot juga terlihat peningkatan kunjungan. Pada periode 1-28 Juni 2026, destinasi religi di Kabupaten Tabanan itu menerima kunjungan sebanyak 92.362 orang.
Rata-rata kunjungan per hari sebanyak 3.300 orang di momen libur sekolah tahun ajaran 2026/2027.
Namun, Tanah Lot punya maskot event yang mampu menghadirkan kunjungan di atas tiga ribu orang per hari. Event Tanah Lot Festival adalah magnet bagi wisatawan lokal.
Dalam setiap edisi event, kunjungan mencapai rata-rata 4.000 hingga 5.000 orang per hari.
Atraksi Budaya
Kembali ke Ulun Danu Beratan. Parade Gebogan dan Baleganjur berlangsung hingga 9 Agustus 2026.
Meski lokasinya berada di ketinggian yang berjarak lebih dari 50 km dari Kota Denpasar, namun destinasi wisata itu menyimpan magnet besar untuk wisatawan.
Agus mengatakan, saat ini wisman didominasi oleh pelancong asal negara India. Tapi, wisatawan asal Eropa juga terlihat cukup mendominasi sepanjang bulan Juni hingga Juli 2026.
“Dominasi kunjungan wisatawan domestik dengan mancanegara hampir sama, beberapa dari Eropa sudah mulai datang, tapi yang mendominasi tetap India,” kata Agus.
Steven seorang turis asal Prancis terlihat menikmati suguhan budaya tari barong. Dia merasa bangga menjadi penonton yang terpilih ikut menari bersama karakter monyet dalam tarian itu.
“Saya tidak menyangka dia memilih saya, dan saya mengikuti irama gerakan yang unik dan menyenangkan,” kata Steven. (Way)





