Kepengurusan Partai Golkar Belum Terbentuk, Ketua SOKSI Purworejo Pertanyakan Kinerja Formatur

    


Arie Edy Prasetyo, Ketua Depicab SOKSI Kabupaten Purworejo - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Sudah 60 hari lebih sejak Musda Partai Golkar Kabupaten Purworejo digelar pada Minggu (11/04/2021), dengan terpilihnya kembali Yuli Hastuti sebagai Ketua DPD, hingga kini kepengurusan Partai Golkar Kabupaten Purworejo belum terbentuk.

Hal ini, menjadikan keprihatinan tersendiri bagi Arie Edy Prasetyo, Ketua Depicab SOKSI Kabupaten Purworejo

Menurut Arie, sebenarnya dia tidak begitu peduli dengan kepengurusan Partai Golkar Kabupaten Purworejo, karena ranahnya saat ini sudah ditangan formatur yang dibentuk oleh Musda Partai Golkar dengan mandat penuh.

“Padahal sesuai aturan Tata Tertib Musda, bahwa Formatur diberi waktu selama 30 hari untuk menyusun kepengurusan Partai Golkar hasil Musda, dan saat ini sudah lebih dari 60 hari ,pengurus yang dimaksud belum terbentuk,” jelas Arie, Rabu (16/06/2021).

Dari kacamata kepengurusan organisasi, kata Arie, tentu sangat memprihatikan, karena sebentar lagi (tahun 2022), sudah harus menata kader untuk calon legislatif.

“Mengintip” sedikit kinerja formatur, ujar Arie, konon kabarnya crusial-nya pada Ketua Harian, musda dalam pandangan umum mengamanatkan adanya posisi Ketua Harian.

“Ini proporsional, disamping amanat Musda, alasan riil materiilnya, bahwa Ketua DPD Partai Golkar yang ditetapkan adalah Wakil Bupati, dimana Wakil Bupati adalah jabatan publik yang harus berjarak sama dengan semua partai, maka layak untuk kepengurusan internal partai ditangani/dibantu Ketua Harian,” kata Arie.

Berlarut-larutnya Kepengurusan DPD Partai Golkar Purworejo ini, terang Arie, setidaknya mengundang aparat dari Polres Purworejo yang menyambangi kantornya pada Rabu (16/06/2021) pagi.

Mereka mempertanyakan masalah kepengurusan DPD Partai Golkar yang belum terbentuk, dan telah jauh melampaui aturan Tata Tertib sebagai hal yang harus dipedomani oleh peserta Musda.

Berdasarkan hal tersebut diatas, bila Formatur belum bisa menyelesaikan kewajibannya, kata Arie, dirinya sebagai salah seorang peserta dan Ketua SOKSI, salah satu pilar pendiri Golkar, akan mengajak peserta Musda menghadap atau memanggil Formatur untuk menanyakan kinerja formatur yang diamanati oleh peserta Musda. (Jon)