Kepengurusan DPD Persatuan Pensiunan Indonesia Bali Resmi Terbentuk

    


Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra bersama Ketua Dewan Pembina Persatuan Pensiunan Indonesia (PPI) Muhammad Feisal Tamin dan pengurus DPD PPI Provinsi Bali - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Pensiunan Indonesia (PPI) Provinsi Bali periode 2022-2027 resmi dilantik oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, Selasa, 17 Januari 2023.

Kepengurusan DPD PPI Bali berasal dari ASN purna tugas yang berdomisili di wilayah Bali. DPD PPI Bali ini diketuai mantan Asisten I Bidang Pemerintahan Pemprov Bali I Gusti Made Sunendra dengan sekretaris, I Wayan Mardiana yang merupakan pensiunan Kadis Koperasi Provinsi Bali.

Dewa Indra mengaku bangga dan bahagia bertemu para senior. Apalagi terdapat tiga mantan Sekda Bali.

“Saya hanya melanjutkan. Seperti ban serep. Lama-kelamaan habis dan diganti,” kata Dewa Indra.

Dirinya menyatakan siap memfasilitasi dan bahkan membentuk kesekretariatan. Dewa Indra mengatakan, ini sebagai bentuk ungkapan terima kasih dan apresiasi atas kinerja para pensiunan ASN, yang merupakan para seniornya.

“Ini sungguh luar biasa, sudah purna tugas tapi terus berdedikasi untuk masyarakat. Para pensiunan tetap aktif, sehat, dan sejahtera,” jelasnya.

Ketua Dewan Pembina Pimpinan Pensiunan Indonesia Muhammad Feisal Tamin mengisahkan dirinya saat berada di Bali. Perjalanannya dimulai saat zaman Gubernur Bali Sukarmen. Kala itu, dirinya berusia 32 tahun.

“Saat itu saya sudah menjadi kepala humas Kemendagri. Menjadi telinga dan mulut, sehingga harus mengetahui A hingga Z Mendagri,” tuturnya.

Dikatakan, pelantikan organisasi PPI paling ditunggu. Dijelaskan, belum lama ini dia juga melantik PPI unit Kepolisian Negara Republik Indonesia. Karena, organisasi ini anggotanya tidak sebatas PNS. Anggota organisasi mulai dari pejabat negara, mantan pegawai BUMN, hingga mantan DPR.

Dia menambahkan, selain sebagai wadah tali silaturahmi, juga untuk memperjuangkan nasib, kepentingan, dan harapan. Hal itu, kata dia sangat manusiawi. Karena mencari pensiunan itu setengah mati. Apalagi, lanjut dia, ada selentingan yang menyebut pensiunan itu menjadi beban negara. Pihaknya menyatakan dengan tegas tidak sependapat dan potres.

“Pensiunan itu membantu negara. Maka dari itu, harus ada perjuangan. Kita masih berguna. Apalagi di bidang pendidikan, keluar ilmunya yang bermanfaat bagi negara, paling tidak untuk anak cucu kita,” jelas mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara pada Kabinet Gotong Royong.

Sementara, Gusti Sunendra menyampaikan, setelah pensiun tidak berhenti. Akan tetapi tetap berpikir. Yakni memberikan masukan-masukan ke pemerintah dalam upaya membantu Republik Indonesia agar lebih bagus.

Perjuangan untuk di Bali sendiri, lanjut dia, sesuai arahan PPI yakni pensiunan abdi negara mendapat penghormatan terakhir. Yakni ditutupi bendera merah putih saat pengabenan.

“Itu penghargaan, kami tidak mengharapkan apa-apa, bendera waktu meninggal itu merupakan penghargaan setelah puluhan tahun mengabdi, dan masa pensiun menyumbangkan pikiran untuk republik ini,” jelasnya. (Way)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS