Groundbreaking Pembangunan Waduk Sidan

    


Gubernur Bali I Wayan Koster bersama Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Ir. Hari Suprayogi dan Kepala Balai Wilayah Sungai Bali Penida Airlangga Mardjono, melakukan groundbreaking pembangunan Waduk Sidan, Kamis, 4 April 2019 - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Bendungan Sidan yang akan dibangun di Bali mulai dilakukan groundbreaking, Kamis, 4 April 2019. pelaksanaan groundbreaking dilakukan oleh Gubernur Bali I Wayan Koster bersama Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Ir. Hari Suprayogi dan Kepala Balai Wilayah Sungai Bali Penida Airlangga Mardjono.

Total biaya pembangunan Bendungan Sidan senilai Rp 829 miliar yang akan dibangun secara multiyears dalam kurun 4 tahun. Anggaran pembangunan bersumber dari APBN.

“Bendungan ini sebagai upaya nyata untuk memenuhi kebutuhan air, baik dari segi kuantitas dan kualitas, terutama untuk masyarakat di wilayah Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan (Sarbagita),” ujar Koster.

Bendungan Sidan akan berdiri di lahan seluas 82,73 hektar yang mencakup wilayah Badung, Gianyar dan Bangli.

Kapasitas air baku, di Kota Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan sebesar 4,27 meter kubik per detik, sedangkan kebutuhan air baku di tahun 2018 adalah 10,02 meter kubik per detik.

Sementara, menurut Kepala BWSBP Airlangga Mardjono, kondisi ketersediaan sumber air baku tersebut menandakan kawasan Sarbagita mengalami defisit sebesar 5,75 meter kubik per detik, sehingga membutuhkan sumber air baku baru.

Bendungan itu diproyeksikan setinggi 68 meter dengan kapasitas tampung sebesar 3,82 juta meter kubik. Bendungan Sidan diharapkan mampu menyediakan air baku sebesar 1.570 liter per detik untuk daerah layanan Sarbagita.

Bendungan memiliki potensi pembangkit listrik sebesar 0,65 megawatt. Selain itu juga berpotensi sebagai daerah tujuan wisata dan konservasi sumber daya air.

“Luas tanah terdiri dari 168 bidang tanah di lima desa, yaitu Belok Sidan (Badung), Buahan Kaja (Gianyar), Mengani, Bunutin, dan Langgahan (Bangli),” kata Airlangga.

Pembangunan dikerjakan oleh kontraktor PT Brantas Abipraya Persero bersama PT Universal Surya Prima KSO. Konsultan supervisi proyek yakni KSO Konsultan PT Teknika Cipta Konsultan, PT Gunasarya Persero, PT Antusias Raya, dan PT Global Parasindo Raya. (*)