Efektifkan PTM, Kasek SMP Dwijendra: Tetap dengan GC dan Pertemuan Langsung di Kelas

    


Kepala SMP Dwijendra Denpasar I Ketut Budayasa, ST - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bukan hanya sekedar penerapan protokol untuk para siswa. Tapi bagaimana memberikan edukasi kepada siswa dalam membiasakan kebiasaan baru di masa pandemi covid-19.

Di SMP Dwijendra Denpasar, kesiapan prokes berupa sarana sanitasi maupun QR Code PeduliLindungi cukup banyak tersedia di awal sekolah. Namun, menurut Kepala Sekolah setempat I Ketut Budayasa, ST., yang terpenting adalah edukasi dalam pelaksanaan 6M dan pelaksanaan SKB 4 Menteri.

Di sekolah yang dipimpinnya, Budayasa mengatakan, edukasi prokes diberikan dalam praktik langsung. Penggunaan masker selama jam pembelajaran selalu ditekankan kepada para siswa. Termasuk, pelaksanaan kegiatan olahraga yang tetap mengacu pada protokol kesehatan.

“Bahkan, ketika siswa ingin minum air saat masih ada pertemuan belajar, mereka akan keluar dulu untuk membuka masker, baru mereka akan masuk ke ruang kelas lagi,” jelas Budayasa, Selasa, 11 Januari 2022.

Namun, dirinya juga berharap kepada pemerintah atau Dinas Pendidikan Kota memiliki standar baku dalam penerapan protokol kesehatan di sekolah. Menurutnya, saat ini ketentuan aturan dalam pembelajaran di masa pandemi Covid-19, diterapkan secara berbeda untuk masing-masing sekolah.

“Mudah-mudahan ada standar baku, sehingga kami di satuan pendidikan tidak harus menterjemahkan sendiri-sendiri,” ujarnya.

Sementara, dalam pelaksanaan belajar mengajar, sekolah yang berlokasi di kawasan Kreneng Denpasar itu membagi pertemuan dalam dua sesi. Selain itu, materi pelajaran disiapkan dengan menggunakan google classroom (GC).

Hal itu, menurut Budayasa, memudahkan siswa untuk tetap mengakses materi pelajaran yang diberikan. Dengan demikian, pertemuan di kelas menjadi lebih efektif.

“Jadi siswa bisa mempelajari materinya dan ketika pertemuan tatap muka apa yang belum paham bisa ditanyakan kepada guru, ini cukup efektif membangun pola belajar di masa normal baru,” jelas Budayasa. (Way)