KORANJURI.COM – Bulog Kanwil Bali melakukan monitoring ke pasar tradisional di wilayah Denpasar. Pantauan dilakukan di dua pasar yakni, Pasar Nyanggelan kawasan jalan Tukad Pakerisan dan Pasar Kreneng, Denpasar.
Kepala Bulog Kanwil Bali Simon Melkisedek Lakapu memastikan volatilitas harga beras tetap terjaga. Termasuk, ketercukupan sembako di tingkat pengecer.
“Kami ingin memastikan kondisi pangan secara riil di tingkat retail, pasar tradisional. Sekaligus memastikan intervensi pemerintah melalui Bulog dapat berjalan efektif,” kata Simon, Minggu, 6 September 2026.
Dari pemantauan di dua pasar tradisonal itu kata Simon, distribusi beras SPHP berjalan baik dan harga di tingkat konsumen tetap terkendali dan terjangkau.
“Kami terus melakukan pemantauan agar apabila terdapat dinamika harga maupun pasokan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Dari sisi ketersediaan, posisi stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog Kanwil Bali per 4 September 2026, tercatat sebesar 7.657 ton. Sedangkan, realisasi penyaluran beras SPHP di wilayah Bali mencapai 7.208 ton.
Menurut Simon, kekuatan stok CBP tersebut memberikan ruang bagi Bulog Kanwil Bali untuk menjalankan berbagai langkah stabilisasi pasokan dan harga pangan. Termasuk, melalui penyaluran beras SPHP serta intervensi pasar apabila diperlukan.
“Kami terus berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional, pemerintah daerah, Satgas Pangan, TNI, Polri, pengelola pasar, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya guna memastikan kondisi pasokan dan harga pangan tetap terpantau,” jelas Simon. (Way)





