Bali Suguhkan Desa Tenganan dan Industri Uang Bolong di Jambore Pemuda Indonesia

    


Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menerima audiensi dari Ketua DPD Purna Prakarya Muda Indonesia (PPMI) I Gede Pande Eka Prayika, bertempat di Ruang Tamu Wakil Gubernur Bali, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Selasa (24/11/2020) - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati memberikan dukungan atas terselenggaranya Jambore Nasional Pemuda Indonesia secara virtual.

Hal tersebut dijelaskannya saat menerima audiensi dari Ketua DPD Purna Prakarya Muda Indonesia (PPMI) I Gede Pande Eka Prayika, bertempat di Ruang Tamu Wakil Gubernur Bali, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Selasa (24/11/2020).

Cok Ace menyampaikan bagaimana seriusnya Pemerintah Provinsi Bali menangani pandemi Covid-19 ini.

“Baik dari regulasi hingga fasilitas kesehatan. Kami sangat serius menangani,” kata Cok Ace.

Ia juga mengapresiasi berlangsungnya jambore meskipun melalui virtual. Sehingga tak lupa tokoh Puri Ubud ini juga berpesan kepada peserta untuk tidak kehilangan semangat membawa nama Bali, meskipun di tengah keterbatasan.

“Meskipun tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, melakukan Jambore secara fisik dan mengunjungi sejumlah wilayah di Indonesia,” kata Cok Ace.

Jambore sedianya digelar di Jawa Timur. Namun tahun ini, terpaksa harus dilakukan. secara virtual dari provinsi masing-masing. Bali diwakili oleh 14 kalangan muda yang terdiri dari 7 putra dan 7 putri dari 9 kabupaten/kota se-Bali.

Peserta dari Bali akan mengangkat potensi desa Tenganan di Kabupaten Karangasem, Bali. Ekonomi Kreatif akan mengenalkan UMKM industri pis (uang) bolong di Kamasan, Klungkung.

Bakti sosial rencananya akan dilaksanakan di pasar Selat, Karangasem dengan membagikan masker, hand sanitizer dan instalasi westafel. (Way/*)