Aksi Sosial Wabah Corona, Korpri Purworejo Galang Dana Rp 520 Juta

    


Bupati Purworejo Agus Bastian, didampingi Ketua Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Purworejo, Sukmo Widi Harwanto (sebelah kanan), dan Ketua PGRI Kabupaten Purworejo, Irianto Gunawan (kiri), serta para pengurus Korpri dan PGRI - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Korpri Kabupaten Purworejo, berhasil menghimpun dana Rp 520 juta, dari hasil sumbangan para anggotanya. Sumbangan tersebut, merupakan bentuk kepedulian Korpri, terhadap adanya wabah Covid-19 (virus Corona).

Hasil penggalangan dana tersebut, akan dipergunakan untuk membantu masyarakat tak mampu terdampak Covid-19, khususnya bagi masyarakat yang penghasilannya habis dipakai hari itu, seperti tukang becak, pengemudi ojek online, kuli di pasar, pedagang asongan, maupun sopir angkutan umum.

Hal itu disampaikan Bupati Purworejo Agus Bastian, Kamis (9/4), usai menerima laporan dari Ketua Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Purworejo, Sukmo Widi Harwanto, dan Ketua PGRI Kabupaten Purworejo, Irianto Gunawan, di ruang kerjanya.

“Hasil dana yang terkumpul, untuk membantu meringankan beban masyarakat karena wabah Covid-19 ini,” ujar Bupati, yang didampingi Sukmo Widi Harwanto dan Irianto Gunawan.

Disampaikan oleh bupati, bahwa aksi sosial yang dilakukan Korpri dan PGRI tersebut, bisa dijadikan bagi contoh yang lainnya untuk ikut peduli, baik secara individu, organisasi ataupun kelompok, secara bahu-membahu meringankan beban masyarakat yang kurang mampu, dan terdampak Covid-19.

“Bagi masyarakat yang mampu, agar membantu warga di sekitarnya yang kurang mampu. Mereka juga butuh vitamin, masker, hand sanitizer atau sabun untuk cuci tangan,” ujar bupati.

Dalam kesempatan tersebut, Sukmo Widi Harwanto juga menyampaikan, secara teknis, dari dana yang terhimpun, akan disalurkan dalam bentuk nasi kotak, mulai Jum’at (10/4).

“Dalam hal ini, kami menggandeng PDAU (Perusahaan Daerah Aneka Usaha, dengan menyediakan tiga ribu nasi kotak tiap harinya,” ungkap Sukmo.

Nantinya, terang Sukmo, ada tim yang akan berkeliling ke semua wilayah untuk membagi-bagi nasi kotak tersebut, sehingga tidak terpusat di kota Purworejo dan Kutoarjo saja, dengan sasaran tukang becak, pengemudi ojek online, kuli di pasar, pedagang asongan, maupun sopir angkutan umum. (Jon)