KORANJURI.COM – Dalam tradisi kirab pusaka malam 1 Suro di Keraton Kasunanan Surakarta selalu melibatkan kerbau bule, yang ikut diarak untuk menyambut Baru Islam 1 Muharam. Tahun 1448 H 2026 jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026.
Sebelum pelaksanaan, pihak Keraton akan mengeluarkan kerbau albino dan dilepaskan di Alun Alun Kidul Keraton Solo.
Juru Bicara Sri Susuhunan Pakubuwono XIV KPA Singonagoro menjelaskan, gladi tersebut menjadi bagian persiapan teknis untuk memastikan mahesa atau kerbau dalam kondisi siap mengikuti prosesi Hajad Dalem Kirab Pusaka Dalem Malam 1 Suro Tahun Be 1960.

“Kegiatan ini juga menjadi sarana koordinasi bagi para abdi dalem yang bertugas dalam pelaksanaan kirab,” kata KPA Singonagoro, Sabtu, 13 Juni 2026.
Kegiatan Gladi Mahesa dilaksanakan selama beberapa hari pada 13-14 Juni 2026. Sejumlah kerbau yang merupakan keturunan dari kerbau pertama bernama Kyai Slamet itu, terlebih dulu akan dikeluarkan dari kandangnya.
“Setelah adaptasi dengan lingkungan sekitar, kemudian dituntun oleh pawang mengitari Keraton,” ujarnya.
Kemudian, pada tanggal 15 Juni 2026 kegiatan gladi diliburkan untuk persiapan kirab. Selanjutnya, pada tanggal 16 Juni 2026 Mahesa dimandikan di kandang Alun Alun Kidul dan dibawa menuju kandang lama di Gurawan untuk menunggu prosesi berikutnya.
Hajad Dalem Kirab Pusaka Dalem Malam 1 Suro Tahun Be 1960 merupakan salah satu agenda adat tahunan di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Tradisi itu Budaya itu selalu menjadi perhatian masyarakat, baik dari Kota Surakarta maupun dari berbagai daerah di Indonesia.
“Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban serta menghormati jalannya prosesi adat yang menjadi bagian dari warisan budaya bangsa,” jelas KPA Singonagoro. (Djk)





