4 Mahasiswa Prancis Ikuti Internship di ITB STIKOM Bali, Fokus Garap Desa Digital Punggul

oleh
Empat mahasiswa dari School of Engineering, Polytech Montpellier, Prancis, mengikuti program internship di kampus ITB STIKOM Bali - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – ITB STIKOM Bali menerima empat mahasiswa program internship dari School of Engineering, Polytech Montpellier, Prancis. Mereka melakukan studi di Bali selama 4 bulan, mulai 20 April hingga 10 Agustus 2026.

Proyek magang yang akan dikerjakan oleh empat mahasiswa internasional itu berlokasi di Desa Punggul, Kabupaten Badung. Desa Punggul saat ini dikembangkan sebagai desa digital.

“Proyeknya ada di Desa Punggul tapi mereka akan mengerjakan sarananya di kampus ITB STIKOM Bali,” kata Wakil Rektor III ITB STIKOM Bali Yudi Agusta, Ph.D, Selasa, 21 April 2026.

Konsep desa digital yang dikembangkan diharapkan memberikan kontribusi dalam mendukung transformasi digital di masyarakat. Sekaligus, menjadi wadah kolaborasi internasional bagi pengembangan kompetensi mahasiswa.

“Khadiran mahasiswa internasional ini tidak hanya memperkuat kerja sama akademik antar institusi, tapi juga memberikan pengalaman lintas budaya yang berharga serta dampak positif bagi lingkungan kampus dan masyarakat luas,” kata Yudi.

Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan menambahkan, pihaknya telah menjalin program lintas budaya dengan kampus di Prancis sejak tahun 2010. Secara reguler, perguruan tinggi tersebut mengirimkan mahasiswa internship ke kampus ITB STIKOM Bali.

Para mahasiswa itu bukan hanya mengikuti studi pemagangan dan pelatihan saja. Tapi juga belajar budaya dan tradisi Bali. Menurut Dadang, ITB STIKOM Bali banyak menerima pemagang dari Kampus-kampus di dunia.

“Kami berharap ada pembauran budaya antara mahasiswa asing ini dan mahasiswa kami, dengan dosen kami, ini merupakan global cross culture yang kami kembangkan di kampus,” kata Dadang Hermawan.

Empat mahasiswa internasional masing-masing, Luna Slifi, Camille Faramond, Matheo Revel, dan Ahmed Moumni asal Maroko yang menempuh studi di Polytech Montpellier, Prancis. Mereka mengambil program studi data science and architecture management.

Matheo Revel mengungkapkan, internship di Bali ia ketahui dari kakak tingkatnya yang pernah mengikuti program yang sama dua tahun lalu. Ia mendapatkan kisah menarik tentang pengalaman selama berada di Bali.

“Mereka mengatakan banyak pengalaman mengesankan selama berada di Bali, bertemu orang-orang lokal yang ramah, dan saya bergegas ke Bali untuk menjelajahinya,” kata Matheo.

Hal yang sama juga diungkapkan Ahmed Moumni. Pemuda asal Maroko ini merasa tertarik dengan program internship di Bali. Ia kemudian memutuskan bergabung bersama tim yang ada.

“Saya berpikir orang-orang di Bali memang sangat ramah dan baik serta terbuka bagi kami untuk mendapatkan pengalaman baru,” kata Ahmad. (Way)