Warga Baturiti Gelar Sembahyang di Pura Luhur Pucak Adeng Doakan Pandemi Berlalu

    


Krama adat di sekitar Pura Luhur Pucak Adeng, Baturiti, Tabanan, menggelar prosesi do’a bersama dalam rangkaian upacara Odalan pada hari Selasa (19/1/2021) - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Krama adat di sekitar Pura Luhur Pucak Adeng, Baturiti, Tabanan, menggelar prosesi do’a bersama dalam rangkaian upacara Odalan pada hari Selasa (19/1/2021). Kegiatan itu sekaligus untuk memanjatkan doa agar pandemi segera berakhir.

I Ketut Subagyasa, Kawil Kaja Senganan Kawan mengatakan, upacara ini merupakan wujud penghormatan kepada Sang Hyang Widi Wasa atas anugerah maupun karunia berupa kesehatan.

Ditambahkan, tahun lalu Pura Luhur Pucak Adeng tidak melaksanakan upacara Odalan tersebut. Sehingga menurut keyakinan dan kepercayaan krama adat, segala aura negatif membawa dampak terhadap masyarakat sekitar pura.

“Kita menyadari dalam masa pandemi, apalagi ada imbauan dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah agar tidak melakukan kegiatan yang mengumpulkan massa,” ujarnya.

Subagyasa menambahkan, wabah Covid-19 sendiri memberikan dampak hasil panen sawah yang tidak maksimal karena banyaknya hama tikus. Hingga, hal-hal lain yang sekiranya banyak merugikan masyarakat krama adat sekitar Pura Luhur Pucak Adeng.

“Saya bersama Kawil Kelod sudah mengingatkan krama agar jangan dulu menggelar upacara ini mas. Namun melihat hasil daripada pararem sebagian besar krama tetap berharap agar upacara odalan ini bisa dilaksanakan,” jelasnya.

Ketut menegaskan, adapun acara ini juga sudah mematuhi protokol kesehatan seperti adanya tempat cuci tangan dan sabun sebelum menaiki tangga, cek suhu tubuh dan juga para krama adat diwajibkan memakai masker.

“Jadi sesuai kesepakatan bersama pak Camat waktu itu, untuk krama adat yang mengikuti acara diperbolehkan hanya 25 orang. Kalaupun lebih sudah juga diantisipasi dengan bergiliran. Sehingga tidak menumpuk saat upacara di dalam Pura,” terangnya.

Sementara, Camat Baturiti saat ditemui di kantornya pada hari sebelum acara juga menyatakan hal yang sama. Bahwasannya krama adat tidak dilarang melakukan upacara, namun protokol kesehatan harus dijalankan sepenuhnya. Menurutnya, hal ini juga demi kebaikan masyarakat itu sendiri.

Kapolsek Baturiti Kompol Fachmi Hamdani, juga sependapat. Melalui sambungan langsung telepon, Kompol Fachmi menegaskan masyarakat sudah sepakat untuk mematuhi protokol kesehatan saat upacara.

“Kami bersama anggota maupun Satgas Covid daerah sudah terus memberikan arahan terkait protokol kesehatan. Bagaimanapun juga keselamatan rakyat adalah diatas segalanya,” pungkasnya. (tok/*)