UMPurworejo Selenggarakan FGD Link and Match 8+i dengan IDUKA di 6 SMK Pusat Keunggulan

    


Pelaksanaan FGD di SMK Fatah, Demak, Selasa (06/11/2021) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – UMPurworejo (Universitas Muhammadiyah Purworejo), selaku Perguruan Tinggi (PT) pendamping SMK PK (Pusat Keunggulan), menyelenggarakan kegiatan FGD (Focus Group Discussion) yang dilaksanakan di 6 SMK PK (Pusat Keunggulan).

Dalam kegiatan FGD yang didanai oleh Kemendikbud melalui Direktorat SMK itu, membicarakan tentang implementasi MoU yang dilakukan oleh 6 SMK PK yang didampingi UMPurworejo.

Keenam SMK PK ini, SMK Muhammadiyah Purwodadi Purworejo, SMK YPT Purworejo, SMK Muhammadiyah Mungkid Magelang, SMK Muhammadiyah Sampang Cilacap, SMK Muhammadiyah Bumiayu Brebes, dan SMK Sultan Fatah Demak.

Di dalam diskusi itu, masing-masing industri yang berkerjasama dengan SMK PK memaparkan perkembangan teknologi terbaru di bidang Teknik Otomotif.

Dijelaskan oleh Dwi Jatmoko, MPd, selaku Ketua Tim Pendamping PT dari UMPurworejo, dari pemaparan tersebut dilanjutkan dengan diskusi tentang materi teknologi terupdate di bidang otomotif.

“Setelah itu, akan dilanjutkan dengan diskusi tentang implementasi Link and match 8+i, yang dimoderatori oleh Tim Pendamping PT dari UMPurworejo,” jelas Dwi Jatmoko, Selasa (09/11/2021)

Dari beberapa kegiatan ini, kata Dwi Jatmoko, tanggal 6 Nopember 2021 yang lalu, diselenggarakan FGD di SMK Sultan Fatah Demak yang dihadiri oleh Benny Martha Dinata, S.I.Kom., S.Kom., S.E., M.M dan Eko Sulistyo, wakil dari PT Nasmoco, Demak.

Dari Nasmoco Demak memaparkan tentang servis berkala dan dilanjutkan dengan diskusi Implementasi MoU Link and Match 8+i, yang dimoderatori oleh Dwi Jatmoko, MPd.

Dalam kesempatan tersebut, Dwi Jatmoko berharap, dengan kedatangan Nasmoco di SMK Fattah Demak ini, akan terjadi komunikasi secara mendalam tentang bagaimana implementasi MoU dilakukan yang dimana didalamnya ada penerapan link and match 8+i.

Pelaksanaan FGD di SMK Muhammadiyah Mungkid, Magelang, Sabtu (09/11/2021) - foto: Sujono/Koranjuri.com

Pelaksanaan FGD di SMK Muhammadiyah Mungkid, Magelang, Sabtu (09/11/2021) – foto: Sujono/Koranjuri.com

Didalam diskusi yang berlangsung selama 6 jam itu, mendiskusikan bagaimana pengembangan SMK PK, khususnya dalam implementasi link and match yang ada di dalam MoU tersebut.

Dan pada Selasa (09/11/2021), ungkap Dwi Jatmoko, FGD dilanjutkan di SMK Muhammadiyah Mungkid Magelang, yang dihadiri oleh Rudi Kurniawan dari Mitsubishi Bumen Redja Abadi, Kebumen. Rudi memaparkan tentang perkembangan multi poin injection. Setelah itu dilanjutkan dengan diskusi tentang bagaimana implementasi link and match 8+i antara SMK Muhammadiyah Mungkid dengan Mitsubishi.

“Dalam diskusi tersebut, membahas secara mendalam, yang dihadiri oleh Arif Susanto, M.Pd. dan Aci Primartadi, M.Pd. ( Anggota Tim Pendamping UMPurworejo) Pemaparan dan diskusi itu tentunya sangat diharapkan PT, karena hubungan yang baik antara IDUKA dengan SMK akan membuat kelancaran perjalanan implementasi link and match 8+i kedepan sangat bagus,” ujar Dwi Jatmoko.

Dari FGD tersebut, Dwi Jatmoko selaku Kaprodi PTO (Pendidikan Teknik Otomotif) UMPurworejo atau Ketua Tim Pendamping PT dari UMPurworejo berharap, komunikasi atau komitmen bersama dalam memajukan SMK, khususnya dari IDUKA dan Kepala Sekolah atau tim pengelola PK ini benar-benar dilakukan di tahun berikutnya, sehingga apa yang diharapkan Wikan Sakarinto, Ph.D. selaku Dirjend Pendidikan Vokasi Kemendikbud RI dan Dr. Wardani Sugiyanto, M.Pd. selaku Kepala Direktorat SMK, bisa berjalan dengan baik.

Disampaikan pula, untuk 4 SMK PK lainnya, yakni
SMK Muhammadiyah Purwodadi Purworejo, SMK YPT Purworejo, SMK Muhammadiyah Sampang Cilacap, SMK Muhammadiyah Bumiayu Brebes, FGD akan dilaksanakan dalam minggu ini juga. Sehingga diharapkan sebelum pertengahan November 2021 ini masing-masing SMK PK yang didampingi UMPurworejo ini sudah bisa menyelenggarakan FGD.

“Kenapa kami batasi hingga pertengahan November 2021 FGD di masing-masing SMK dengan Iduka untuk mematangkan implementasi link and match 8+i, karena kami dalam waktu dekat juga akan menyelenggarakan Diklat dengan sistem blok, tentang materi-materi yang sudah diberikan oleh narasumber yang di SMK pada kegiatan peningkatan SDM,” jelas Dwi Jatmoko panjang lebar.

Dalam diskusi tersebut, kata Dwi Jatmoko, materi-materi itu akan disampaikan oleh tim pendamping PT selama satu minggu, dengan durasi 6 jam per hari. Nantinya akan dimatangkan konsepnya, direview kembali dan dikomunikasikan bagaimana langkah kedepan menjalankan materi-materi yang diberikan selama workshop/ tindak lanjutnya.

Dwi Jatmoko berharap, dengan FGD dan Diklat, nantinya 6 SMK PK ini dapat menjalankan amanah dari Kementerian Pendidikan, menjadi salah satu contoh SMK pusat keunggulan di daerah masing-masing.

“Dan ini kabar gembira bagi seluruh SMK di sekitarnya, sehingga punya patokan atau gambaran bagaimana mengembangkan SMK,” pungkas Dwi Jatmoko. (Jon)