Trisno Nugroho: PPKM Ibarat Jamu Pahit, Mujarab untuk Rebound Ekonomi Bali

    


Kepala Perwakilan wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali Trisno Nugroho dalam webinar SURYA (Survey Bicara) dengan topik 'Memperkuat Resiliensi Dunia Usaha di Era PPKM', Kamis, 15 Juli 2021 - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Kepala Perwakilan wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Trisno Nugroho mengatakan, kebijakan PPKM Darurat Jawa-Bali harus mendapatkan dukungan semua pihak. Menurut Trisno, PPKM ibarat jamu pahit untuk pemulihan di bidang kesehatan maupun ekonomi, khususnya di Bali.

“Penerapan PPKM dalam jangka pendek terlihat kurang bersahabat bagi ekonomi. Namun dalam jangka panjang, jadi salah satu obat mujarab bagi rebound perekonomian Bali,” kata Trisno dalam webinar SURYA (Survey Bicara) dengan topik ‘Memperkuat Resiliensi Dunia Usaha di Era PPKM’, Kamis, 15 Juli 2021.

Ia menambahkan, PPKM Darurat dapat membawa dampak positif apabila efektif mencapai tujuannya yakni, terkendalinya angka Covid-19.

“Semakin cepat angka Covid terkendal, maka semakin cepat perekonomian kita bangkit,” ujarnya.

Selama pandemi covid-19, Bali menjadi daerah yang perekonomiannya mengalami terjun bebas. Pembukaan border internasional yang direncanakan Juli, batal setelah ada lonjakan kasus Covid-19 di Pulau Jawa dan Bali yang kini menjadi wilayah episentrum.

Sejalan dengan penerapan PPKM Darurat, Senior Econom of Indef Dr. Aviliani, SE., M.Si. melihat, pariwisata Bali akan cepat kembali pulih begitu pintu lintas negara ke Bali dibuka. Namun untuk saat ini, menurut Aviliani, wisatawan domestik bisa jadi tumpuan meningkatkan ekonomi pariwisata.

“Kalau wisatawan asing belum ada, mau tidak mau Bali harus menghormati wisatawan domestik. Pariwisata sudah jadi kebutuhan pokok untuk orang Indonesia, sampai saat ini Bali belum tertandingi,” ujar Avi.

Sementara, Deputi Kepala Bank Indonesia Bali Rizki Ernadi Wimanda menyebut, sampai pada gelombang kedua pandemi Covid-19 di Indonesia, kinerja pariwisata Bali bertumpu pada kedatangan wisatawan domestik.

Data yang menunjukkan perbandingan jumlah wisman dan wisdom selama periode Januari-Juli 2021 mencatat, kedatangan wisatawan asing hingga Juli 2021 sebanyak 426 orang. Sedangkan, wisatawan domestik dalam periode yang sama sebanyak 839 ribu orang.

“Melihat google mobility index, mobilitas masyarakat Bali hingga bulan Juni menunjukkan peningkatan, namun Juli kembali menurun,” jelas Rizki. (Way)