Belum Ada Kabar Pemulangan 4.180 Warga Jepang yang Tinggal di Bali

    


Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Provinsi Bali Jamaruli Manihuruk - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Provinsi Bali Jamaruli Manihuruk menyatakan, belum menerima laporan terkait pemulangan warga Jepang yang tinggal di Bali.

Seperti diketahui, lonjakan angka covid-19 di Indonesia menyebabkan sejumlah negara memulangkan warganya, termasuk pemerintah Jepang.

“Tapi sampai saat ini belum mendapatkan kabar apakah mereka akan meninggalkan Bali atau tidak,” kata Jamaruli di Denpasar, Kamis, 15 Juli 2021.

Menurut Jamaruli, Bali hanya memiliki satu bandara internasional dan sampai sekarang belum ada penerbangan regular yang masuk atau keluar Bali.

“Sehingga seandainya warga negara Jepang pergi meninggalkan Bali, maka mereka tidak tercatat di imigrasi. Karena mereka melakukan penerbangan domestik ke Jakarta, nanti tercatatnya di Jakarta,” jelasnya.

Ia menyebutkan, jumlah warga Jepang yang tinggal di Bali total 4.180 orang. Mereka tersebar di Kantor Imigrasi Ngurah Rai 1.735 orang, Kantor Imigrasi Denpasar 2.412 orang dan Kanim Singaraja 33 orang.

Sementara, Kanwilkumham Bali kini tengah menyiapkan pendeportasian 3 WNA yang direkomendasikan Satpol PP Provinsi Bali untuk dideportasi.

“Salah satunya WNA Rusia yang positif covid-19 dan tidak mau karantina mandiri. Setelah hasil negatif akan dideportasi,” kata Jamaruli. (Way)