Toast Arak Bali Tandai Kerjasama Penggunaan Produk Pertanian Bali di Hotel Marriot Group

    


Gubernur Bali Wayan Koster bersama President Director PT. Indo Pacific Sheraton (Marriott), Ramesh Jackson, Bupati se-Bali dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho melakukan toast Arak Sandikala Cocktail di Hotel St Regis, Bali Resort, Nusa Dua, Badung, Selasa, 18 Januari 2022 - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Minuman destilasi khas Bali atau Arak Bali kini telah diakui dan berada di level tinggi. Arak Bali saat ini mengisi hotel-hotel berbintang di Bali.

Seperti hotel Marriot dibawah bendera PT. Indo Pacific Sheraton melakukan kerjasama dengan Pemprov Bali dalam penggunaan produk lokal termasuk Arak Bali.

“Kerjasama berkaitan dengan penggunaan beras bali, telur Bali serta beberapa item lainnya yang nantinya akan dimanfaatkan oleh Group Marriott Internasional,” kata Gubernur Bali Wayan Koster di Nusa Dua, Selasa (28/1/2022).

Gubernur Bali Wayan Koster melakukan toast Arak Sandikala Cocktail bersama President Director PT. Indo Pacific Sheraton (Marriott), Ramesh Jackson. Pertemuan itu berlangsung dalam acara Marriott International Indonesia Supports by Bali for Bali di The St. Regis Bali Resort, Nusa Dua, Badung, Selasa, 18 Januari 2022.

Koster menceritakan, dirinya bersama Ramesh Jackson sebelumnya melakukan pertemuan di awal Desember 2021. Pertemuan membahas tentang penggunaan produk lokal Bali untuk Group Marriott Internasional.

“Saya menjamu Bapak Ramesh dengan mencoba Arak Bali. Saya goda bahwa Arak Bali ini tidak kalah dengan Soju Korea dan Sake Jepang,” seloroh Koster.

“Saya perhatikan betul ekspresi beliau, ternyata beliau memang menikmati minuman Arak Bali dan katanya enak. Kemudian beliau berjanji akan melakukan acara toast Arak Cocktail pada bulan Januari 2022, dan astungkara hari ini terlaksana,” tambahnya.

Sementara, President Director PT. Indo Pacific Sheraton Ramesh Jackson menyatakan dukungannya kepada Bali melalui penggunaan produk pertanian lokal yang dikembangkan oleh petani di Pulau Dewata.

Marriott International saat ini memiliki 23 hotel di Bali dan Apri mendatang akan bertambah 1 lagi sehingga menjadi 24 hotel.

“Kami berkomitmen untuk terus memanfaatkan produk lokal Bali dalam operasional Group Marriott International,” kata Ramesh. (Way)