Tiket Kereta Api Diserbu Pelanggan di Tengah Fenomena Hujan Abu

oleh
Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) - foto: Ilustrasi/Ist.

KORANJURI.COM – Moda transportasi Kereta Api menjadi pilihan di tengah fenomena guyuran hujan abu akibat letusan Gunung Anak Krakatau (GAK).

PT KAI mencatat arus kedatangan pelanggan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) ke wilayah Daop 1 Jakarta meningkat pada Senin, 7 September 2026.

“Selama periode 6-9 September, kami menyiapkan 157.160 seat, dengan total tiket yang terjual sebanyak 75.475 lembar,” kata Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo, Senin, 7 September 2026.

Franoto menambahkan, kedatangan pelanggan tertinggi terjadi pada Senin, 7 September 2026. Bertepatan dengan itu, penutupan bandara Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma masih berlangsung.

Otoritas penerbangan hingga saat ini masih mempertimbangkan dampak dari kondisi abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terhadap kondisi ruang udara.

Khusus pada 7 September 2026, KAI mengoperasikan 3 KA tambahan dari Stasiun Gambir dari operasional reguler harian sebanyak 69 perjalanan KAJJ.

“Volume keberangkatan terbanyak dari stasiun Gambir 9.885 pelanggan dan stasiun Pasar Senen 7.995 pelanggan,” jelasnya.

Sementara, destinasi favorit pelanggan pada periode 6-9 September meliputi, Yogyakarta, Surabaya, Semarang, Purwokerto, Bandung, dan Jember.

“KAI Daop 1 Jakarta masih menyediakan 73.772 tempat duduk untuk keberangkatan tanggal 7 sampai 9 September 2026,” ujar Franoto.

Whoosh Beroperasi Normal

Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau belum berdampak pada operasional Whoosh di koridor Jakarta-Bandung.

Hingga Senin, 7 September 2026, seluruh perjalanan Whoosh tetap beroperasi dengan normal.

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan, seluruh sistem kereta cepat berfungsi normal.

“Sistem jaringan listrik aliran atas, pasokan daya, persinyalan, rel, dan wesel, berfungsi normal,” kata Eva, Senin, 7 September 2026.

Apabila sistem mendeteksi kondisi tidak normal pada parameter tertentu, kata Eva, notifikasi akan muncul di OCC. Sistem secara otomatis akan menurunkan kecepatan perjalanan Whoosh.

Pemantauan juga difokuskan pada seluruh karakteristik jalur. Terutama, bagian terbuka yang berpotensi terpapar sebaran abu vulkanik.

Pemantauan dilakukan di sepanjang jalur Jakarta-Bandung sejauh 142,3 kilometer. Jalur tersebut terdiri atas 82,7 kilometer jalur elevated, 42,78 kilometer jalur at grade. Serta, 13 terowongan dengan total panjang 16,82 kilometer. (Way)