Pipa Spam Petanu Bocor dan Gerus Jalan, Pemotor di Bypass Ngurah Rai Alami Kecelakaan

    


Untuk menandai, jalan yang berlobang di sekitaran Bypass Ngurah Rai atau didepan RS Bali Mandara ditutup ranting pohon - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Sejumlah kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Bypass Ngurah Rai Bali, atau tepatnya di titik U turn depan Rumah Sakit Bali Mandara. Lakalantas terjadi Sabtu (13/11/2021) sekitar pukul 15.00 Wita. Pemicunya adalah jalan yang berlubang dengan diameter kurang lebih 30 cm.

Dari informasi yang ada, jalan berlubang itu diduga dipicu pipa SPAM Petanu yang mengalami kebocoran. Akibat jalan berair, sejumlah pengendara motor sampai terjatuh pada Sabtu malam.

“Pengendara motor ada yang jatuh dan luka parah,” ujar sumber di tempat kejadian seraya memperlihatkan foto korban kecelakaan.

Dari pantauan di lokasi kejadian pada Minggu (14/3/2021) siang, untuk menghindari terjadinya korban, lokasi jalan berlubang tersebut dipasang pagar pembatas.

Direktur PDAM Denpasar, IB Gede Arsana dihubungi melalui sambungan telepon menyatakan, bahwa pipa yang bocor dan memicu jalan berlubang bukan milik PDAM Denpasar.

“Itu bukan milik kami. Itu SPAM Petanu,” ujarnya.

Hal senada juga juga disampaikan Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah III Provinsi Bali, Izzudin Ismawanto.

Menurut Izzudin, jalan berlobang itu dipicu karena SPAM Petanu yang bocor, sehingga pondasi jalan amblas.

“SPAM Petanu bocor, sehingga jalan kami berlubang. Itu bukan karena kami,” singkatnya seraya meminta menghubungi PPK-nya.

PPK Sulthon menambahkan, untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan, pihaknya berkoordinasi dengan Polsek Densel dan telah memasang pagar pembatas.

“Kemarin malam di lokasi kami jaga bersama aparat kepolisian, dan juga pecalang,” ujarnya.

Pihaknya mengaku masih berkoordinasi dengan pihak SPAM Petanu untuk upaya perbaikan.

“Sore ini pukul 17.00 WITA akan diperbaiki. Tapi harus perbaiki pipa SPAM yang bocor. Karena percuma memperbaiki jika masih bocor. Karena nanti pasti berlubang lagi,” tuturnya.

Menurutnya, aliran air pada pipa SPAM Petanu sudah dimatikan untuk sementara, sehingga di lokasi tidak lagi keluar air.

“Kalau mau memperbaiki jalan, maka pipa SPAM harus diperbaiki dulu. Kalau ditutup tapi pipanya masih bocor kan percuma,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Monev UPT Air Minum PU Provinsi Bali, Gede One Widiadi Saputra mengatakan, pihaknya baru mengetahui terjadi kebocoran pipa setelah mendapatkan laporan.

“Tadi malam saya dapat laporan, dan asaya langsung turun ke lapangan,” ujarnya.

Untuk sementara, pihaknya telah memasang barikade. PIhaknya pun tak mengetahui penyebab pipa tersebut bocor.

“Pipa bocor diduga karena ada tekanan air yang cukup keras,” kilahnya.

Selain itu, pihaknya juga tak mengetahui bahwa lubang itu memicu terjadinya kecelakaan.

“Kami belum mengetahui terjadi kecelakaan. Hanya informasi saja. Tapi kalau ada, pasti kami koordinasikan dulu dengan atasan,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, sore ini akan dilakukan perbaikan. “Kami persiapan alat-alat berat dahulu untuk perbaikan, termasuk juga akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk pengamanan. Sore ini pukul 18.00 WITA akan kami perbaiki,” ujarnya. (Way/*)