Pemerintah Ambil Alih 11 Jenazah Terlantar di RSUP Prof Ngoerah Sanglah untuk Dikremasi

oleh
Foto: Ilustrasi/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – 11 jenazah terlantar yang masih tersimpan di RSUP Prof Ngoerah Sanglah akan dikremasi diambil alih oleh pemerintah untuk proses perabuannya atau kremasi.

Tahun 2024, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali menganggarkan pembiayaan kremasi untuk 14 paket peti jenazah.

“Jenazah terlantar itu akan dikremasi di Perabuan Dharma Kerti, Pura Dalem Desa Adat Kerobokan, Kuta Utara, Badung,” kata Kadis PPPA Bali Luh Ayu Aryani, Selasa (18/6/2024).

Dijelaskan, pemerintah menangani jenazah terlantar yang ditemukan tanpa identitas. Namun, kata Ayu, ada juga jenazah yang beridentitas namun pihak keluarga tidak mau menerima. Jenazah yang ditolak keluarga biasanya pendatang.

Ayu Aryani mengatakan, setiap orang yang beragama Hindu meninggal dunia, jenazahnya wajib diperabukan agar atma atau roh bisa mencapai surga atau moksa.

Dalam keyakinan Hindu Bali, jenazah yang dikremasi telah mencapai sempurna dan mempercepat kembalinya jasad ke alam asalnya.

“Dapat mengembalikan unsur-unsur pembentuk badan kasar manusia yang disebut Panca Maha Butha kembali ke asalnya,” kata Ayu Aryani.

“Maka sudah menjadi kewajiban pemerintah dalam hal ini Pemprov Bali untuk mengurus jenazah terlantar itu,” tambahnya.

Jenazah terlantar yang sudah ada pembebasan akan dikremasi pada tanggal 19 dan 20 Juni 2024. Hari pertama kremasi dilakukan untuk 5 jenazah dan hari kedua 6 jenazah.

Selanjutnya, akan ada proses nganyut atau melabuhkan abu jenazah yang dilaksanakan tanggal 20 Juni 2024 di tempat penganyutan Desa Adat Kerobokan. (Way)

KORANJURI.com di Google News