Operasi Ketupat Jaya, Polda Metro Jaya Siapkan 17 Titik check Point

    


Foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Operasi Ketupat Jaya 2021 mulai digelar Kamis, 6 Mei 2021 pukul 00.00 WIB dan berlangsung selama 12 hari hingga 17 Mei 2021. Dalam operasi itu, ada 17 titik check point untuk memfilter kendaraan yang masih nekad melakukan perjalanan mudik.

Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian RI (Korlantas Polri) Irjen Istiono mengatakan, kepolisian akan melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan pribadi maupun umum.

“Bagi kendaraan yang tidak diperbolehkan melakukan perjalanan, selain perjalanan non mudik, akan kami minta putar balik,” kata Istiono di Jakarta, Rabu, 4 Mei 2021.

Pengecualian dilakukan terhadap kendaraan angkutan barang atau angkutan logistik, perjalanan dengan kepentingan mendesak seperti kedukaan maupun ibu hamil yang akan melakukan persalinan.

“Maka diluar itu, tidak diperbolehkan melakukan perjalanan,” ujarnya.

Untuk perjalanan non mudik pun, tetap mengacu pada persyaratan yang harus dipenuhi yakni, untuk TNI/Polri/ASN wajib membawa dokumen perjalanan bertandatangan basah, cap basah dan print out.

“Jadi bukan fotokopi, berlaku untuk individual dan satu kali perjalanan,” kata Istiono.

Untuk masyarakat umum dan pekerja informal, minimal ada surat keterangan dari kepala desa atau lurah yang menyatakan tujuan perjalanan.

Sementara, Wakil Gubernur DKI Achmad Reza Patria berharap Operasi Ketupat Jaya 2021 dapat memberikan pelayanan yang baik.

Ia memberikan gambaran, kondisi covid-19 di akhir tahun 2019 dan awal tahun 2021 mengalami kenaikan tajam akibat kluster libur akhir tahun. Pada akhir Ramadhan kali ini, kata Achmad, pemerintah mengantisipasi peningkatan kasus baru yang berpotensi muncul dari kluster mudik.

“Agar di akhir ramadhan ini masyarakat tidak melakukan mudik, seperti akhir tahun lalu dan awal tahun ini terjadi peningkatan covid yang signifikan,” kata Achmad Reza Patria.

Keputusan peniadaan mudik Hari Raya Idul Fitri 2021 itu diberlakukan secara nasional untuk mencegah perkembangan covid-19. Terlebih lagi, kata Achmad Reza, saat ini ditemukan varian baru akibat mutasi virus corona dari Afrika Selatan dan Inggris.

“Apalagi ada virus varian baru dari Afrika Selatan dan Inggris dengan kecepatan penularan 10 kali lipat, ini bisa jadi sangat berbahaya,” kata Wagub DKI. (Bob/Lita)