Pesantren Kilat SMK Batik Purworejo, Tingkatkan Karakter Religi pada Siswa

    


Kegiatan Pesantren Kilat di SMK Batik Purworejo, Rabu (05/05/2021) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Mengisi kegiatan di bulan Ramadhan, SMK Batik Perbaik Purworejo mengadakan Pesantren Kilat, yang diikuti oleh siswa kelas X dan XI dari semua kejuruan.

Pesantren Kilat dilaksanakan selama empat hari, dari Senin (03/05/2021) hingga Kamis (06/05/2021).

Dalam pelaksanaan Pesantren Kilat ini, untuk kelas X dijadwalkan hari Selasa dan Kamis. Untuk kelas XI dijadwalkan pada hari Senin dan Rabu. Setiap hari, siswa dibagi dalam empat ruangan.

“Materi-materi keagamaan yang diberikan meliputi akhlak, fikih, Al Qur’an, dan Tarikh. Selama pelaksanaan kegiatan, protokol kesehatan kita terapkan dengan ketat,” jelas Kepala SMK Batik Purworejo, melalui Waka Kesiswaan, Akhmad Mujahidin Tsani, S.Pd.Jas, Rabu (05/05/2021).

Sebelum materi diberikan, yang dimulai dari jam 08.00 WIB hingga jam 12.00 WIB, kata Tsani, kegiatan diawali dengan tadarus, dimana setiap ruang harus selesai 4 juz per harinya.

Tujuan dari diadakannya Pesantren Kilat ini, kata Tsani, untuk meningkatkan karakter religi pada anak-anak. Karena saat ini, masih pandemi dan jarang bertemu dengan anak-anak, diharapkan nantinya ada peningkatan karakter-karakter tentang sopan santun, maupun tata krama.

“Agar nantinya, ketika sudah masuk kembali masuk seperti semula, anak-anak masih ingat, bagaimana harus bersikap di depan guru, serta menaati tata tertib sekolah,” ujar Tsani.

Disampaikan pula oleh Tsani, Pesantren Kilat ini diadakan satu tahun sekali, dengan momentum di bulan Ramadhan. Pemberi materi, dari guru agama SMK Batik Purworejo, yaitu, Faturohman, SPd I, Ari Jatmiko, MPd, Dra Siti Mahiroh.

Tsani berharap, dengan Pesantren Kilat tersebut, siswa mempunyai pengetahuan yang lebih dalam tentang Agama, terutama tentang fikih, akhlak, dan tahu bagaimana sejarah Islam di masa lalu, sehingga bisa menghargai agama Islam itu sendiri.

“Ada kegiatan tambahan di Pesantren Kilat ini. Karena masih pandemi, tahun ini kita tak menerima zakat. Tapi sekolah memberikan paket sembako yang dibagikan untuk 100 siswa kami yang membutuhkan, juga warga sekitar yang tak mampu,” pungkas Tsani. (Jon)