Kuliah Umum Dies Natalis Akper Pemkab Purworejo ke 17

    


Tiga pembicara, Prof. Dr. Mahmutarom, SH, M.Hum, Rektor Universitas Wahid Hasyim, Semarang, Luhur Pambudi, ST, MM, Ketua DPRD Purworejo, dan Drs. Sigit Budi Mulyono, MM, Kepala Dinas Kominfo Purworejo, jadi narasumber dalam Kuliah Umum Dies Natalis Akper Pemkab Purworejo ke 17, Senin (22/4) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Kuliah umum, menjadi puncak kegiatan Dies Natalis Akper Pemkab Purworejo ke 17, Senin (22/4), di kampus setempat. Kuliah umum diikuti semua mahasiswa, sejumlah tamu undangan, dan ikatan alumni Akper Pemkab Purworejo, dengan moderator dr. Ika Endah Lestariningsih, Sp.KJ, M.Kes, wakil direktur RSUD Purworejo.

Bertemakan Pengelolaan dan Pengembangan Institusi Pendidikan Kesehatan Khususnya Keperawatan di Era Revolusi Industri 4.0, kuliah umum menghadirkan tiga pembicara, Prof. Dr. Mahmutarom, SH, M.Hum, Rektor Universitas Wahid Hasyim, Semarang, Luhur Pambudi, ST, MM, Ketua DPRD Purworejo, dan Drs. Sigit Budi Mulyono, MM, Kepala Dinas Kominfo Purworejo.

Dalam kesempatan tersebut, Mahmutarom lebih menekankan pada kiat-kiat menuju sukses, dengan pendekatan kultural religius. Hal itu sesuai dengan karakteristik masyarakat Indonesia.

Sementara Luhur Pambudi, mengulas tentang peran serta mahasiswa dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Menurutnya, mahasiswa adalah komunitas unik yang berada di kalangan masyarakat.

Hal itu dikarenakan, jelas Luhur, dengan kesempatan dan kelebihan yang dimilikinya, mahasiswa mampu berada sedikit di atas masyarakat. Mahasiswa belum dipengaruhi oleh kepentingan-kepentingan suatu golongan, ormas, parpol, dan sebagainya.

Sigit Budi Mulyono menyampaikan tentang Institusi Pendidikan Kesehatan Menyongsong Era Disrupsi. Menurutnya, era Revolusi Industri 4.0 dapat mengarah pada era Disrupsi yang berarti era dimana akan terjadi banyak perubahan dalam setiap segi kehidupan.

Hal ini, menurut Sigit, secara tidak langsung berimbas pada bagaimana lulusan yang dihasilkan oleh perguruan tinggi yang secara implisit menekankan pada bagaimana kualitas pembelajaran dan dosen yang mengajar di perguruan tinggi tersebut.

“Untuk itu institusi perguruan tinggi harus dapat menerapkan model pendidikan sepanjang hayat melalui reskilling dan upskilling,” ujar Sigit.

Usai kuliah umum, Direktur Akper Pemkab Purworejo, Wahidin, S.Kep, Ns, M.Kes, menyampaikan, tentang pengelolaan Akper Pemkab Purworejo. Bahwa akademi ini terdaftar di Direktorat Pendidikan Tinggi, dengan nama Akper Pemkab Purworejo, dan berada dibawah naungan yayasan yang dimiliki oleh Pemkab Purworejo.

“Yayasan didirikan sesuai perundang-undangan yang berlaku. Jika memang payung hukumnya tak jelas, tentunya Akper Pemkab Purworejo diblokir sejak dulu,” jelas Wahidin, yang didampingi ketua yayasan, Bambang Aryawan.

Wahidin berharap, masyarakat bisa lebih mempercayakan pendidikan anak-anaknya pada Akper Pemkab Purworejo. Banyak kemajuan yang telah dicapai akademi ini, yakni, prodinya sudah terakreditasi B, dan secara institusi, saat ini sedang dalam proses akreditasi.

“Ratusan alumni sudah terserap di berbagai rumah sakit di Purworejo dan sekitarnya. Sebagian besar sudah menjadi PNS,” pungkas Wahidin. (Jon)