SMA Negeri 7 Denpasar Lepas 477 Siswa, Berikut Para Juara Umum Tahun ini

    


Foto bersama siswa berprestasi, ketua komite SMA Negeri 7 Denpasar dalam acara pelepasan siswa pada Senin, 22 April 2019 - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – SMA Negeri 7 Denpasar memastikan seluruh siswa kelas XII lulus 100 persen. Kepastian itu dinyatakan dari hasil nilai berdasarkan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN).

Kepala SMA Negeri 7 Denpasar Dra. Cokorda Istri Mirah Kusuma Widiawati mengatakan, Ujian Nasional tidak lagi digunakan sebagai penentu kelulusan namun keikutsertaan siswa di UN menjadi salah satu syarat kelulusan.

“Jadi dari hasil USBN dan rapat Dewan Guru setelah UN, hasil kelulusan siswa sudah diputuskan. Hari ini kami mengadakan pelepasan siswa kelas XII,” jelas Cokorda Istri Mirah Kusuma Widiawati, Senin, 22 April 2019.

Peringkat nilai tertinggi berdasarkan USBN 2019 jurusan MIPA yakni, Juara Umum I, Sang Ayu Made Dwi Ariesta Putri dari kelas XII MIPA 4 dengan jumlah nilai 1298.28. Juara Umum II Kadek Vigyan Melati Sukma Sari dari kelas XII MIPA 2 dengan jumlah nilai 1297.86, dan Juara Umum III Rahajeng Yanita Putri Oktaviana dari kelas XII MIPA dengan nilai 1291.28.

Jurusan IPS Juara Umum I diraih oleh Rhea Aurelia Ayu Subrata Putri dari kelas XII IPS 1 dengan nilai 1350.11, Juara Umum II Ni Putu Ayu Sintiawati dari kelas XII IPS 1 dengan nilai 1335.81 dan Juara Umum III diraih oleh Sandra Dewi Kusuma Wardani dari kelas XII IPS 1 dengan nilai 1335.66.

Jumlah siswa yang dilepas di tahun pelajaran 2018/2019 ini terdiri dari jurusan MIPA sebanyak 358 dan IPS sebanyak 119 dengan jumlah total 477 orang.

Kepala SMA Negeri 7 Denpasar secara simbolis melakukan seremonial penyerahan siswa kepada komite - foto: Istimewa

Kepala SMA Negeri 7 Denpasar secara simbolis melakukan seremonial penyerahan siswa kepada komite – foto: Istimewa

Kepala Sekolah yang akrab disapa dengan sebutan Bu Cok ini menambahkan, pelepasan siswa tahun ini dilakukan lebih awal. Biasanya, jatuh di bulan Mei. Namun, dengan pertimbangan akan kesibukan siswa setelah lulus, maka seremonial itu dilaksanakan lebih awal.

“Pelepasan siswa sudah jadi tradisi sekolah setiap tahun. Tapi tahun ini kita gelar lebih awal, untuk memberikan kesempatan siswa mengurus pendidikannya nanti. Kalau sudah ada pelepasan seperti ini, mereka tidak ada beban lagi di sekolah, tinggal menunggu ijasahnya saja,” jelasnya demikian.

Dalam pelepasan itu, sekolah juga memberikan penghargaan kepada siswa berprestasi. Hadir dalam acara itu Komite SMA Negeri 7 Denpasar Drs. Ketut Widiana Karya.

“Acara ini kita laksanakan secara sederhana tapi tidak mengurangi makna yang ada,” kata Bu Cok. (Way)