Kriminolog: Semua Hal Terkait Senpi Ilegal Harus Dianggap Serius

    


Polres Metro Jakarta Barat meringkus enam orang berinisial JR, AK, CTB, WK, MH dan AST tersangka penjual senjata api ilegal - foto: Bob/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Kriminolog Adrianus Meliala menyoroti terkait masih bebasnya perdagangan senjata ilegal di Indonesia. Bisnis perdagangan senjata ilegal, menurut Adrianus, masuk lima besar di dunia yang menghasilkan profit terbesar.

“Semua hal yang terkait dengan senpi ilegal harus dianggap serius. Karena pemegang senjata bisa melakukan apa saja, tidak mungkin hanya dikoleksi saja di rumah,” kata Adrianus di Polres Metro Jakarta Barat, Rabu, 18 Maret 2020.

“Negara harus aktif memerangi peredaran senjata api di masyarakat,” tambahnya.

Anggota Ombudsman RI itu juga menyoroti, berbagai varian senjata yang diamankan polisi menunjukkan adanya pasar gelap dalam bisnis gelap senpi ilegal.

“Dilihat dari variasi senjatanya semua punya pasar masing-masing, ada softgun, airgun, dan senjata canggih,” ujarnya demikian.

Polres Metro Jakarta Barat mengungkap perdagangan senjata api ilegal. Sebanyak 24 pucuk senpi dari berbagai jenis berhasil diamankan.

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana menjelaskan, pengungkapan itu berawal dari jajarannya yang menangani kasus penganiayaan dalam jual beli mobil.

Korban DH dianiaya oleh 2 pelaku berinisial AK dan JR. Saat kejadian, salah satu pelaku penganiayaan mengeluarkan senjata api dan melepas peluru ke arah samping korban. Korban juga dipukul menggunakan senpi tersebut.

“Penganiayaan itu dilaporkan ke Polres Jakarta Barat. Dari Polres membentuk tim untuk melakukan penyelidikan dan Saat kejadian ada yang merekam,” kata Nana Sudjana, Rabu, 18 Maret 2020.

Dari penyelidikan yang dilakukan, pada 29 Januari 2020 pukul 23.00 WIB, tersangka AK berhasil ditangkap. AK memberikan keterangan kepada polisi bahwa pemilik senjata itu berinisial JR.

Kapolda menambahkan, beberapa hari berselang, polisi berhasil menangkap JR. Pelaku kedua ini mengaku, mendapatkan senjata dari seseorang berinisial GPD.

“Pelaku ketiga juga berhasil ditangkap. Dari penggeledahan yang dilakukan, GPD menyimpan 5 pucuk senpi dan 3 senjata angin atau senjata mimis,” ujarnya. (Bob)