Kolaborasi Australia-Bali Wujudkan Kesetaraan Gender

oleh
Ketua TP PKK Bali Putri Suastini Koster bertemu Konsul Jenderal Australia Jo Stevens di Denpasar, Selasa (3/3/2026) - foto: Ist.

KORANJURI.COM – Ketua TP PKK Provinsi Bali Putri Suastini Koster mengatakan, tradisi pembagian peran perempuan sudah tumbuh sejakpa lama.

Meski menganut sistem patrilineal menurutnya, isu gender tidak menjadi persoalan krusial karena adanya sikap saling menghargai.

“Bali tidak akan berkembang tanpa perempuan. Dalam sektor ekonomi, perempuan sangat dominan, termasuk pada tenun tradisional. Kami terus mendorong kehadiran perempuan di ranah publik,” ujarnya.

Ketua TP PKK Bali Putri Suastini Koster menyampaikan hal itu saat bertemu Konsul Jenderal Australia Jo Stevens di Denpasar, Selasa (3/3/2026).

Ia menambahkan, kesetaraan gender perlu diwujudkan secara seimbang tanpa mengabaikan peran perempuan dalam keluarga.

“Peran domestik tetap penting karena anak-anak membutuhkan pendampingan orang tua, khususnya ibu,” ujarnya.

Pemerintah Australia melalui Konjen di Denpasar memprioritaskan kesetaraan gender. Berbagai strategi dirancang untuk menanggulangi kekerasan terhadap perempuan. Termasuk, meningkatkan pemberdayaan ekonomi perempuan.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui Program Kemitraan Australia–Indonesia Menuju Masyarakat Inklusif. Inisiatif bilateral itu berjalan di periode 2021-2029 yang berfokus pada penguatan masyarakat sipil, kesetaraan gender, dan perlindungan kelompok rentan.

“Di Bali, program ini dijalankan melalui mitra organisasi masyarakat sipil seperti Yayasan BaKTI, Bali Sruti, dan KAPAL Perempuan,” kata Jo Stevens.

Dalam peningkatan kapasitas perempuan, kegiatan dilakukan melalui pelatihan pemasaran digital bagi para penenun melalui Indonesia–Australia Institute.

Saat ini, program tersebut berlangsung di Kabupaten Klungkung. Pemerintah Australia juga menjalankan skema Direct Aid Program (DAP) yang memberikan hibah bagi inisiatif lokal, termasuk pemberdayaan penyandang disabilitas.

Di sektor lingkungan, Australia turut mendukung pengelolaan sampah di Karangasem serta pengembangan sumber daya manusia di Nusa Penida.

Kolaborasi di bidang ekonomi hijau juga dilakukan melalui lembaga sosial seperti PT Bamboo Creative Bali. Kegiatan berfokus pada kerajinan bambu dan pemberdayaan komunitas.

Dukungan riset turut diberikan oleh Australian Centre for International Agricultural Research dalam pengembangan bambu berbasis konservasi dan ekonomi. (*)