Kisruh Mundurnya Mantan Menkeu Pasoepati Masuki Babak Baru

    


Mantan Menteri Keuangan DPP Pasoepati, Milia Jatmiati, SH, yang mengundurkan diri - foto: Isimewa

KORANJURI.COM – Kisruh di tubuh DPP Pasoepati kian memanas. Setelah sebelumnya Menteri Keuangan Pasoepati, Milia Jatmiati, SH, mengundurkan diri karena alasan tanggung jawab moral dengan tidak di jalankanya program Presiden dan Wakil Presiden Pasoepati sesuai dengan janji kampanyenya seperti, KTA-nisasi, penyelesaian legalitas dan konsolidasi yang tidak berjalan.

Loyalitas pengorbanan waktu, tenaga, materi dan pikiran  juga di soalkan oleh Milia. Sebab apa yang sudah ia lakukan selama ini merasa tidak di hargai dan di lecehkan  integritasnya.

Menjawab tudingan alasan pengunduran diri mantan Menteri Keuangan Pasoepati tersebut, Presiden didampingi Wakil Presiden dan Sekjen Pasoepati dalam keterangan persnya membantah, justru sebelum mengundurkan diri Lia sudah di nonaktifkan dengan alasan ingin menyelamatkan organisasi karena bermasalah dengan keuangan.

IMG_20210911_142920

Menanggapi tudingan masalah keuangan yang di kelolanya, perempuan yang akrab di sapa Lia ini justru menyampaikan sebaliknya, jika penonaktifan dirinya karena alasan meminta pertanggung jawaban rincian pengeluaran keuangan yang digunakan Presiden Pasoepati yang pernah di keluarkan melalui beberapa kali transfer ke salah satu rekening bank.

Lia juga menyoal pertanggung jawaban pengeluaran uang senilai 5jt rupiah yang pernah di keluarkan oleh DPP Pasoepati lama.

Menurutnya Presiden Pasoepati tidak bijak dan tidak sportif terhadap dirinya, karena menggeser persoalan uang donatur yang sudah ia siapkan untuk di pertanggung jawabkan ke persoalan lain.

Ia juga menuding adanya pemasukan keuangan yang di terima langsung oleh Presiden Pasoepati namun tidak pernah ada kejelasanya.

“Selama menjabat Menteri Keuangan Pasoepati saya hanya menerima uang pemasukan selama bulan Januari-Maret 2021,” kata Lia menjawab tudingan alasan penonaktifan dirinya.

Padahal pengeluaran uang untuk kegiatan DPP Pasoepati dari bulan Januari sampai dengan Maret 2021 sudah mencapai Rp 38.957.300. Semuanya memakai dana talangan yang di keluarkan dari kantong pribadinya, imbuh Lia dalam keteranganya.

Sebagai bentuk jawaban atas tudingan yang di lontarkan mantan petingginya di Pasoepati, dalam releasenya Milia juga melampirkan rincian pengeluaran keuangan dari mulai bulan Januari hingga Juli 2021 dengan total pengeluaran sebesar Rp 52.463.590. Pemasukan sebesar Rp 43.500.000 sudah termasuk uang dari DPP Pasoepati lama sebesar 5 juta.

Sehingga jika dijumlahkan minus Rp 9.851.590. Lia menegaskan jika seluruh laporan keuangan sudah ia serahkan ke DPP Pasoepati dan Ketua Majelis Pasoepati. Laporan keuangan lengkap di serahkan ke Wapres Pasoepati. Tak terkecuali bukti nota dan transfer juga di sertakan dalam laporan pengeluaran tersebut. (Jtk)