Keren! Tak Sekadar Jalani Hukuman, Puluhan Warga Binaan Rutan Purworejo Kini Jago Bahasa Inggris

oleh
Pelaksanaan pembelajaran bahasa Inggris bagi warga binaan Rutan Purworejo - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Ada pemandangan berbeda di dalam Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Purworejo. Di balik jeruji besi, puluhan warga binaan justru tampak antusias melafalkan kosakata bahasa Inggris.

Program pembinaan intelektual ini menjadi terobosan baru bagi Rutan Purworejo dalam membekali para penghuninya sebelum kembali ke masyarakat.

Kepala Rutan Purworejo, David Saptoaji Putra, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari pembinaan kepribadian. Dalam pelaksanaannya, pihak Rutan bekerja sama dengan 27 tenaga magang fresh graduate melalui program Kemenaker.

“Kami arahkan mereka untuk mendukung pembinaan intelektual. Selain belajar membaca dan menghitung, ada juga kelas bahasa Inggris. Alhamdulillah, minat warga binaan sangat tinggi karena mereka sadar ini bekal berharga untuk masa depan,” ujar David, Senin (12/01/2026).

Meski total penghuni Rutan mencapai 180 orang, kelas bahasa Inggris ini dilakukan secara intensif bagi mereka yang memiliki minat khusus. Tercatat sekitar 30 warga binaan secara rutin mengikuti kelas yang dipandu oleh para pengajar muda berlatar belakang sarjana pendidikan.

Selain kelas bahasa Inggris yang diikuti 30 peserta, Rutan Purworejo juga tetap fokus pada pendidikan dasar. Mengingat latar belakang pendidikan warga binaan yang beragam, mulai dari yang belum lulus SD hingga SMA, program ini juga mencakup belajar membaca maupun belajar menghitung.

Kegiatan belajar mengajar ini menurut David dilaksanakan dua kali dalam seminggu, mengambil waktu di luar jam layanan kunjungan agar lebih kondusif.

Program magang ini sendiri akan berlangsung selama 6 bulan, di mana para pengajarnya merupakan lulusan perguruan tinggi yang mendapatkan program khusus dari Presiden melalui Kemenaker.

“Harapannya, saat mereka keluar nanti, mereka sudah punya kemampuan yang lebih optimal. Dari yang tidak bisa membaca jadi bisa, yang belum bisa bahasa Inggris jadi punya dasar komunikasi. Ini sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka di lingkungan masyarakat,” ujar David

Arjuna, S.Pd., salah satu tenaga magang pengajar bahasa Inggris, mengaku takjub dengan semangat para warga binaan.

“Awalnya saya kira hanya 1 atau 2 orang yang tertarik, ternyata banyak. Ada 30-an orang yang ikut. Mereka sangat cekatan, berani maju ke depan, dan tidak takut salah saat belajar Simple Present Tense,” cerita Arjuna.

Menurut Arjuna, kemampuan bahasa Inggris sangat penting di era globalisasi, terutama bagi mereka yang nantinya ingin mencari pekerjaan setelah bebas. (Jon)