Gubernur Bali Gandeng Kreator Digital Bangun Kearifan Lokal Berbasis Teknologi

    


Gubernur Bali Wayan Kostsr bertemu dengan para milenialis pelaku kreasi digitaldi Gedung Gajah, Jayasabha, Denpasar, Minggu (13/3/2022) - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Dalam membangun digitalisasi berbasis kearifan lokal Bali, Gubernur Bali Wayan Koster menggandeng para kreator digital. Pemprov Bali juga memfasilitasinya melalui event Bali Digital Festival yang akan berlangsung pada 8 – 10 April 2022.

“Ini akan berlangsung tepat pada Rahina Tumpek Landep atau Saniscara Kliwon Landep yang jatuh pada 9 April 2022,” kata Koster di Jayasabha, Minggu (13/3/2022).

Pemilihan hari yang bertepatan dengan Rahina Tumpek Landep bertujuan, memuliakan munculnya kekuatan dan ketajaman berfikir yang menjadi sumber kehidupan kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat Bali.

Pertemuan dengan para milenialis itu berlangsung di Gedung Gajah, Jayasabha, Denpasar, Minggu (13/3/2022). Sejumlah kreator digital hadir diantaranya, komunitas startup, komunitas games, musik, film, digital art maupun komunitas komedi.

Salah satu perwakilan dari Komunitas Startup, Surya menyebutkan, sebelum pandemi, hampir 80 persen peredaran uang dari pariwisata ada di luar Bali. Menurutnya, sekarang jadi momentum yang tepat memindahkan transaksi itu di Bali.

“Salah satunya dengan membangun sinergi dengan startup dan membangun industri kreatif melalui teknologi,” kata Surya.

Komunitas Games, Arif melihat bahwa games telah menjadi industri terbesar di dunia. Dalam pandangannya, satu dasawarsa kedepan, industri games bakal naik hingga 3 atau 4 kali lipat.

“Jadi dengan keunggulan yang dimiliki Bali saya rasa kita bisa jadi pemain utama dan mampu menghadirkan pecinta game dunia ke Bali,” kata Arif.

Sementara, perwakilan komunitas Musik, Gede Bagus mengungkapkan, ekosistem musik yang ada di Bali cukup banyak. Setiap tahun setidaknya muncul ratusan musisi baru yang produktif. Asumsinya, kata Gede Bagus, para musisi itu menciptakan 250 sampai 400 karya baru setiap tahun yang dirilis secara digital.

“Kami berharap di Bali ada Badan Pelindung Pengelolaan Karya Musisi Musik yang nantinya akan menjadi aset dan warisan yang besar untuk Bali,” ujar Gede Bagus.

Pengembangan ekonomi kreatif di Bali menjadi bidang yang masuk dalam konsep Ekonomi Kerthi Bali. Disitu, ada 6 pilar sektor unggulan, yakni, sektor pertanian dengan sistem pertanian organik. Sektor kelautan dan perikanan. Sektor industri. Sektor IKM, UMKM, dan Koperasi. Sektor ekonomi kreatif dan digital, dan sektor pariwisata berbasis budaya dan berorientasi pada kualitas. (Way)