KORANJURI.COM – Festival musik jazz Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) bergerak dinamis dalam arsitektur venue hingga tata panggung. Meski, musik yang dihadirkan tetap konsisten pada alur jazz murni.
Ada puluhan musisi dari dalam dan luar negeri bakal tampil pada 7-8 Agustus 2026. Tiga panggung yang sarat dengan keberlanjutan berdiri di atas landscape Sthala Ubud, Gianyar, Bali.
Panggung utama, kata tim artistik Sthala Ubud Village Jazz Festival Diana Surya, didesain dengan panel surya untuk kebutuhan kelistrikan.
“Penggunaan panel surya ini sebagai bagian dari tanggungjawab lingkungan. Alih alih menggunakan genset, dimana itu ada pembakaran, limbah udara, pelan-pelan kami merubah menggunakan energi terbarukan,” kata Diana di Denpasar, Kamis, 30 Juli 2026.
Menurut Diana, pemanfaatan energi terbarukan dari panel matahari itu sudah lama direncanakan, namun baru terealisasi pada festival tahun 2026.
Menurutnya, penggunaan panel surya masih terbatas untuk sound, lighting dan area venue. Mengadopsi konsep sustainibility dalam sebuah event konser, menurut Diana butuh tantangan tersendiri.
Pihak panitia harus menyiapkan baterei solar panel yang cukup banyak demi menggerakkan tata suara dan cahaya di panggung.
“Karena acaranya dari jam empat sore sampai malam artinya sudah tidak ada sinar matahari, apalagi suasana venuenya teduh. Jadi harus kita siapkan sebelumnya, energi surya kita simpan dulu di baterei,” jelas Diana.
Listrik panel surya itu juga mendukung charging station untuk pengunjung festival.
“Jadi kalau baterai ponsel habis, silakan dimanfaatkan,” ujarnya.
Ansambel Hingga Big Band
UVJF 2026 menghadirkan deretan musisi yang mewakili jazz kontemporer, straight-ahead jazz, tradisi big band, hingga pengaruh world music.
Pong Nakornchai Ensemble, salah satu lineup yang bakal perform, akan mempertemukan empat suara musik yang berbeda dari Thailand, Indonesia, dan Amerika.
Mereka menampilkan sebuah proyek jazz kontemporer yang berpusat pada komposisi pemain saksofon sopran Joe Rosenberg.
Proyek itu melibatkan Indra Gupta (bass) dan Michael Ananda (gitar). Sedangkan, Koko Harsoe akan tampil bersama trio jazz fusion asal Bali yang terdiri dari Savio (piano), Amos (kontrabas), dan Nara (drum).
Salamander Big Band asal Bandung memboyong 38 kru dalam penampilan ketiga kalinya di UVJF.
Devy Ferdianto founder Salamander Big Band mengungkap tantangan memboyong personel dalam jumlah jumbo untuk tampil di Bali.
“Tidak mudah untuk menghadirkan ke Bali, karena hanya saya yang tinggal di Bali dan kru yang lain semua berada di Bandung,” kata Devy.
Salamander Big Band akan tampil dalam dua kali pertunjukan, 7-8 Agustus 2026. “Dan saya kira ini layak untuk festival yang dibentuk susah payah.”
Sthala Ubud Village Jazz Festival tahun ini juga dikemas dalam pre event yang digelar di Kempinski Hotel pada 5 Agustus 2026 dan The Meru Sanur, 6 Agustus 2026. (Way)





