Dua Bersaudara Polisi Gadungan ini Spesialis Pemerasan

    


Dua warga Kebumen pelaku pemerasan, AH dan SS, dengan barang bukti mobil - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Dua orang kakak beradik, AH (32), warga Muktisari, Kebumen, dan SS (21), warga Desa Tamanwinangun, Kebumen, terpaksa berurusan dengan polisi dan dijebloskan ke penjara.

Keduanya, diduga telah melakukan pemerasan terhadap Tantowi (20) dan Rohyanti (19) warga Kutoarjo pada Selasa (21/5) lalu, sekitar pukul 23.45 WIB di alun-alun Purworejo. Untuk memuluskan aksinya, keduanya mengaku sebagai polisi.

“Keduanya mengaku sebagai anggota reskrim, dan salah satu berperan sebagai komandan. Untuk meyakinkan penampilannya tersangka membawa senjata api mainan,” jelas Kapolres Purworejo, AKBP Indra Kurniawan Mangunsong, melalui Kasatreskrim AKP Haryo Seto Liestyawan, Kamis (27/06).

Modus aksinya kedua tersangka ini, jelas Haryo Seto, mencari sasaran orang yang sedang pacaran di tempat sepi pada malam hari. Saat beraksi, tersangka AH mendatangi korban, dengan nada membentak mereka mengaku anggota polisi dan meminta kedua korban menemui komandannya yang berada di mobil. Sedangkan tersangka SS yang berperan sebagai komandan tetap duduk didalam mobil.

Setelah didalam mobil kedua korban dimintai surat identitas dan kelengkapan kendaraan. Karena korban tidak bisa menunjukkan STNK sepeda motornya, kedua  tersangka mengancam akan memproses hal itu dan meminta barang milik korban sebagai jaminan dan bisa diambil di kantor.

“Karena ketakutan dan merasa terancam, kedua korban kemudian menyerahkan handphone miliknya,” terang Haryo Seto, sambil menunjukkan sejumlah barang bukti.

Dari pemeriksaan akhirnya terungkap, selain beraksi di wilayah Purworejo, kedua tersangka juga melakukan aksi serupa di Kutoarjo di depan pendopo wakil bupati Purworejo, Sabtu (18/05) silam.

Dari kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain, satu buah Dos Book HP Android merk Advan S 4Z warna rose gold, satu buah Dos Book HP Android Merk Xiomi Redmi 6A Warna Hitam, satu buah handphone android merk Xiomi Redmi 6A warna hitam, dan satu unit mobil daihatsu Xenia warna putih tahun 2016 No. Pol. : B 1873 WOH.

“Hasil kejahatannya itu, mereka gunakan untuk foya-foya dan mabuk-mabukan di kafe,” ungkap Haryo Seto, didampingi Kasubbag Humas Iptu Siti Komariah.

Atas perbuatannya, menurut Haryo Seto, kedua tersangka dijerat dengan pasal 368 ayat 1 jo 65 ayat 1 dan 2 KUHP tentang pemerasan dan ancaman, dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. (Jon)