Distan Ungkap Penyebab Kuota Tambahan Sapi Bali Cepat Habis

oleh
Sapi Bali - foto: Ist

KORANJURI.COM – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bali menerapkan kuota pengeluaran sapi Bali. Pengiriman ditetapkan melalui perhitungan populasi sapi jantan dan betina, angka kelahiran, serta angka kematian ternak.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali Wayan Sunada mengatakan, jumlah sapi Bali yang keluar ditetapkan oleh Gubernur Bali.

“Analisis populasi ini untuk menjaga keseimbangan ternak,” kata Wayan Sunada, Sabtu, 16 Mei 2026.

Sebelumnya, keluhan muncul akibat supply dan demand yang tidak seimbang. Sehingga kuota tambahan pengeluaran sapi Bali cepat habis. Termasuk, keluhan adanya sapi yang belum memperoleh izin pengiriman.

“Kuota tambahan cepat habis, karena para pemohon yang sebelumnya telah melengkapi persyaratan langsung mengunggah dokumen begitu penambahan kuota diumumkan,” kata Sunada.

Secara teknis, begitu ada penambahan kuota, pemohon yang sudah siap langsung melakukan upload kelengkapan dokumen. Sistem akan memverifikasi sesuai urutan pengajuan yang masuk.

“Pemohon yang terlambat mengunggah dokumen berpotensi tidak memperoleh kuota karena kapasitas yang tersedia telah lebih dulu terpenuhi,” jelasnya.

Berdasarkan hasil analisis populasi, Pemprov Bali menetapkan sebanyak 53.500 ekor sapi dapat dikeluarkan dari Bali. Kuota awal ditetapkan sebanyak 50.000 ekor. Sedangkan, 3.500 ekor disiapkan sebagai cadangan hingga Desember 2025.

Selanjutnya, pemerintah menerbitkan penambahan kuota sebanyak 3.500 ekor pada 29 April 2026, kemudian kembali menambah 3.000 ekor.

Saat ini, diusulkan tambahan kuota baru sebanyak 3.000 ekor lagi. Data populasi sapi Bali menunjukkan tren fluktuatif dalam lima tahun terakhir.

Pada 2021 populasi sapi Bali tercatat mencapai 558.463 ekor. Namun, turun signifikan pada tahun 2022 menjadi 380.559 ekor atau berkurang sekitar 177.904 ekor.

Populasi kemudian kembali meningkat pada 2023 menjadi 391.455 ekor dan 396.717 ekor pada 2024. Kemudian, kembali mengalami penurunan pada tahun 2025 menjadi 392.160 ekor. (Way)