Disebut Sebagai Pengancam Jokowi di Video, Dheva Suprayoga Beri Klarifikasi

    


Kasubbag Humas Polres Kebumen, AKP Suparno, dalam konferensi pers, didampingi Dheva Suprayoga, saat klarifikasi, Minggu (12/5) dinihari - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Belakangan ini, dunia maya dihebohkan dengan beredarnya video yang berisi ungkapkan atau perkataan seseorang yang mengancam Jokowi. Video ini kemudian menjadi viral.

Di media sosial, informasi itu semakin viral, dengan beredarnya foto yang berisi identitas seseorang bernama Dheva Suprayoga (24), warga Kebumen, yang disebut-sebut sebagai seseorang yang melakukan pengancaman tersebut.

Entah siapa yang menyebarkan isu bahwa pengancam dalam video itu adalah dirinya. Namun, ketika disebut-sebut sebagai sosok yang ada dalam video tersebut, Dheva Suprayoga menyatakan, orang di video itu bukan dirinya.

Hal itu juga diyakini oleh Kapolres Kebumen AKBP Robertho Pardede ketika menggelar konferensi pers, Minggu (12/5/2019) dini hari tadi. Serangkaian klarifikasi dan pemeriksaan intensif telah dilakukan polisi terhadap Dheva Suprayoga.

“Setelah dilakukan klarifikasi dan pemeriksaan intensif, polisi menyakini bahwa Dheva berada di Kebumen pada hari Jum’at (10/5) lalu,” jelas Kapolres Kebumen, AKBP Robertho Pardede melalui Kasubbag Humas AKP Suparno, Minggu (12/5/2019) dini hari.

Pada hari Jum’at kemarin, jelas Suparno, Dheva berada di Kebumen, dan pernyataannya dikuatkan oleh beberapa orang saksi. Dia juga tidak pernah aktif dalam politik dan terakhir ke Jakarta sekitar tahun 2016.

Dalam konferensi pers itu, Dheva Prayoga juga dihadirkan dan memberikan klarifikasi secara langsung. Dheva Suprayoga menyesalkan beredarnya foto yang berisi profil identitas dirinya di medsos.

“Saya sampaikan terima kasih kepada Polres Kebumen dengan segera mengambil langkah untuk klarifikasi. Saya juga berharap kepada Kepolisian untuk bisa segera menangkap orang yang mengancam akan memenggal kepala Jokowi,” ujar Dheva.

Di akhir konferensi pers, Suparno menghimbau masyarakat untuk tidak terpancing terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya. (Jon)







    




News

BERITA PILIHAN

    

Kembali ke Atas