Digerebek di Bali, 103 WNA Taiwan Merupakan Pelaku Scamming dengan Target Korban di Malaysia

oleh
Para pelaku scamming asal Taiwan yang digerebek Satgas Bali Becik Imigrasi di sebuah vila, Tabanan pada Rabu (26/6/2024) - foto: Ist./Koranjuri.com

KORANJURI.COM – 103 warga Taiwan yang ditangkap Imigrasi di sebuah vila di Kecamatan Marga, Tabanan, bekerja dalam jaringan scammer dengan target orang asing yang berada di sejumlah negara.

Bali digunakan sebagai basecamp operasi mereka dalam menjalankan aksi scamming jarak jauh. Mereka bekerja menggunakan ratusan perangkat elektronik berupa ponsel maupun perangkat jaringan.

“Kegiatan yang mereka lakukan targetnya orang-orang yang berada di luar negeri di Malaysia. Sehingga dapat dikatakan mereka melakukan kegiatannya di Indonesia tapi korbannya di negara lain,” kata Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Saffar Muhammad Godam di Bali, Jumat, 28 Juni 2024.

Ratusan warga asing itu datang ke Bali dalam kelompok kecil melalui berbagai wilayah di Indonesia. Rentang waktu kedatangannya antara tahun 2023-2024. Dikatakan Saffar, para WNA itu mengantongi izin tinggal terbatas dan visa kunjungan.

Ratusan warga Taiwan itu cukup lama menjalankan aktifitas ilegal di Indonesia dengan tempat berpindah-pindah. Hal itu, kata Saffar menyulitkan petugas untuk mendeteksi keberadaan mereka.

“Yang pasti mereka melakukan pelanggaran izin tinggal,” ujarnya.

Saffar mengatakan, penanganan yang dilakukan adalah melakukan penindakan berupa deportasi ke negaranya. Mengingat tidak ada unsur pidana yang ditemukan untuk dinaikkan dalam penyidikan.

Ia memberikan alasan, dalam BAP tertuang jika kegiatan para pelaku scamming di Bali itu targetnya orang asing.

“Unsur tindak pidana tidak kami temukan, pidana ekonomi untuk kita naikkan dalam penyidikan,” jelas Saffar.

Saffar Muhammad Godam mengatakan, dugaan kejahatan siber muncul berdasarkan banyaknya komputer dan handphone yang didapati di lokasi kejadian. Dari seluruh WNA yang diamankan terdapat 12 orang perempuan dan 91 orang laki-laki. Rata-rata usia mereka di atas 18 tahun.

Dalam penggerebekan yang dilakukan pada Rabu (26/6/2024) sore, mereka tengah melakukan aktifitas di salah satu ruangan vila. Seperti disebutkan, sebuah vila yang berada di Kecamatan Marga, Tabanan, Bali itu berukuran luas. Bangunannya terdiri tiga lantai ke atas dan memiliki ruang basement.

“Sebelumnya ada kecurigaan dari kepala lingkungan terkait aktifitas mereka, selanjutnya informasi itu disampaikan kepada tim intelejen TNI (BAIS),” jelas Saffar.

Dalam operasi Satgas Bali Becik itu, Imigrasi mengamankan 450 unit handphone iPhone, 3 unit iPad, 3 unit monitor, 3 unit laptop, 4 unit handphone Android, 1 unit printer, 1 unit power supply, 1 boks charger dan kabel, 2 unit charger laptop, 4 unit router, unit router TP-Link dan 13 kartu identitas. (Way)

KORANJURI.com di Google News