Capai Rekor Terendah Covid-19, Wayan Koster Ingatkan Tetap Hati-hati dan Waspada

    


Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima kunjungan 12 Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh di Gedung Gajah, Jayasabha, Denpasar, Bali, Kamis, 11 November 2021 - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Bali menjadi wilayah yang saat ini menjadi perhatian pemerintah pusat dalam penanganan Covid-19. Mengingat, sejumlah agenda internasional akan dihelat di Pulau Dewata mulai dari event olahraga hingga pertemuan G20 yang berlangsung hingga akhir 2022.

Gubernur Bali Wayan Koster mengaku, presiden Joko Widodo mewanti-wanti agar Bali mampu menjaga dari kemungkinan melonjaknya kasus baru covid-19.

Data teranyar dari perkembangan covid-19 di Bali pada Kamis, 11 November 2021 mencatat, angka positif 4 orang, sembuh 17 orang dan jumlah meninggal nihil. Jumlah itu sekaligus mencatatkan rekor terendah sejak pandemi berlangsung di Bali.

“Saya juga berpesan, sekali lagi, meskipun kita sudah mengikuti vaksinasi lengkap 2 kali tapi tidak menjamin sepenuhya dari bebasnya penularan covid-19. Untuk itu kita harus tetap berhati-hati dan waspada,” kata Gubernur di Gedung Jayasabha, Denpasar, Kamis, 11 November 2021.

Dengan melonggarnya aktifitas masyarakat, termasuk dibolehkannya wisatawan domestik dan mancanegara masuk ke Bali, Koster berharap tidak terjadi lonjakan kasus baru. Menurutnya, pemerintah menerapkan pola resiprokal, yang berarti, sama-sama membuka border internasional.

“Tidak mungkin kita buka sendiri sementara negara lain tidak buka,” ujarnya demikian.

Sebelumnya, Bali sempat mengalami puncak covid-19 dengan jumlah paparan mencapai diatas 1.500 orang per hari. Namun, disebutkan Koster, dengan penanganan yang dilakukan jumlahnya terus mengalami penurunan secara konsisten.

Namun demikian, saat ini masih dalam masa pandemi covid-19 dan berpotensi terjadinya penularan. Terlebih, muncul varian baru Mu yang cukup berbahaya.

“Tentu kita berharap dan berdoa semoga varian baru covid-19 ini tidak masuk ke Indonesia dan Provinsi Bali,” jelasnya.

Sementara, Duta Besar/Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Kementerian Luar Negeri Muhsin Syihab mencermati keberhasilan penanganan covid-19 di Bali. Menurut Muhsin, para Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Indonesia akan mempromosikannya ke luar negeri.

“Ini perlu kami promosikan di luar negeri agar wisata bali kembali tumbuh dan akhirnya juga menjadi pintu masuk dari pemulihan ekonomi Indonesia secara umum,” kata Muhsin. (Wahyu Siswadi/Kode: Way)