Bupati Purworejo: Keberadaan GTT dan PTT Sangat Penting

    


Bupati Purworejo Agus Bastian, dalam kunjungannya ke SMPN 24 dan SMPN 39 di Kecamatan Kaligesing, Kamis (10/09/2020) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Bupati Purworejo Agus Bastian mengatakan, bahwa keberadaan GTT (Guru Tidak Tetap) dan PTT (Pegawai Tidak Tetap), menjadi sangat penting. Hal itu dikarenakan, saat ini pemerintah tidak bisa merekrut guru PNS seperti dulu.

Hal itu disampaikan Bupati Purworejo, di sela-sela kegiatan touring bersama jajaran PGRI dan Dindikpora, Kamis (10/10/2020). Dengan mengendarai sepeda motor trail, Bupati Purworejo meninjau SMPN 24 dan SMPN 39 di Kecamatan Kaligesing.

“Kita harus komit dengan dunia pendidikan, termasuk dalam memperjuangkan kesejahteraan GTT/PTT. Saya sebenarnya ingin menaikkan gaji mereka empat atau lima kali lipat, tapi ternyata itu tidak mudah, sehingga harus sedikit demi sedikit,” ungkap Bupati, yang dalam kunjungannya ke SMPN 24 melakukan penanaman pohon, dan di SMPN 39, Bupati meninjau sejumlah ruang kelas dan fasilitas sekolah.

Dalam touring bermotor itu, Bupati didampingi Kepala Dindikpora Sukmo Widi Harwanto, Ketua PGRI Irianto Gunawan, Ketua MKKS , Kabag Humas dan Protokol Rita Purnama, serta puluhan peserta touring dari jajaran Dindikpora dan PGRI.

Di hadapan jajaran pendidikan, Bupati menegaskan bahwa masa depan bangsa ada ditangan guru. Sehingga kualitas guru harus benar-benar ditingkatkan, meskipun harus mengeluarkan anggaran yang besar.

“Guru yang berdaya saing akan mampu menghasilkan generasi yang berdaya saing, guna mewujudkan Purworejo berdaya saing 2025,” tandasnya.

Pada bagian lain Bupati menyatakan bahwa janji atau program yang pernah disampaikan dulu, 90 persen sudah terealisasi. Pasar Baledono yang dulu mangkrak, ternyata akhirnya bisa dibangun.

“Demikian juga revitalisasi alun-alun bisa diwujudkan, meskipun sempat dihujat bahkan digugat sampai pengadilan,” katanya.

Selain itu, Punthuk yang dulu kumuh, kini sudah menjadi Heroes Park yang indah. Begitu juga pembangunan sarana kesehatan berupa Puskesmas dan RSUD RAA Tjokronegoro.

“Mungkin RSUD ini menjadi satu-satunya yang punya presiden suite, karena kita kan dekat dengan bandara yang memungkinkan orang-orang penting datang kesini,” katanya.

Pada bagian lain Bupati mengatakan, Purworejo merupakan kota segitiga emas yang sangat strategis, sebagai pintu gerbang udara sebelah selatan.

“Kita harus terus berbenah diri, agar menjadi kota yang patut dikunjungi, termasuk dengan merenovasi rumah-rumah kuno depan Kodim,” ujar bupati.

Sementara itu, Sukmo Widi Harwanto mengungkapkan bahwa dulu akses pendidikan ke sejumlah sekolah, termasuk di wilayah Kaligesing sangat memprihatinkan.

“Namun kini semua jalan sudah layak dilewati, sehingga akses pendidikan juga semakin mudah,” kata Sukmo. (Jon)