Bu Mega Minta ke Koster Tanam Flora Endemik Bali di Areal Pura

    


Megawati Sukarnoputri - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Penataan kawasan Pura Besakih juga diimbangi dengan pemeliharaan kebersihan dan perilaku hidup masyarakat yang berhajat di Pura terbesar di Indonesia itu.

Presiden kelima RI Megawati Sukarnoputri meminta kepada Gubernur Bali Wayan Koster, agar tidak ada lagi sampah berserakan seperti yang terjadi sebelumnya.

“Tolong, tolong sekali dipelihara, seluruh kawasan suci ini. Saya bilang kepada pak Gubernur, tolong rakyat dididik untuk kebersihan, jangan sampah seperti dulu berserakan,” kata Megawati secara virtual, saat peletakan batu pertama penataan kawasan Suci Pura Besakih, Rabu, 18 Agustus 2021.

Menurut Ketua Umum PDIP ini, pengelolaan sampah bisa dilakukan mulai dari individu dengan disiplin menerapkan pola hidup bersih. Masyarakat yang tengah berhajat di Pura Besakih, kata Megawati Sukarnoputri, bisa membawa kantung untuk menampung sampah pribadi.

“Sampahnya itu kan, lebih banyak untuk sesajen, itu kan datang dari bahan yang natural, itu dibawa pulang saja kembali, itu bisa dijadikan kompos,” jelasnya.

Selain pengelolaan sampah, Megawati Sukarnoputri juga meminta ada pelestarian tanaman endemik yang banyak dimiliki Bali. Tanaman bunga-bungaan seperti Jepun Dasa, bunga Pucuk Arjuna hingga kembang sepatu, dapat dikembangkan secara alami di halaman pura yang ada di Bali.

Pelestarian tanaman langka secara alami itu juga akan mempercantik pura. Sekaligus, menampilkan kekayaan flora endemis yang hanya ada di pulau Bali.

“Ayo tanam kembali, seperti Jepun Dasa, kelopaknya aja sepuluh, itu engga ada dimana-mana lho,” ujarnya.

Pura Besakih pada masa kerajaan Bali kuno dikategorikan sebagai kawasan hila hila hulundang ing basuki atau kawasan suci tempat memohon kesejahteraan hidup.

Sampai sekarang pura utama di Bali yang memiliki 117 unit pura itu, terlarang dan dipantangkan untuk dilalui atau dimasuki secara sembarangan oleh siapapun. (Way)