KORANJURI.COM – Buku tidak selalu harus hadir dalam bentuk bacaan yang serius dan penuh teks. Buku bergambar justru memudahkan mengenalkan ilmu pengetahuan sekaligus menumbuhkan minat baca anak.
Buku cerita bergambar karya Tuti Adhayati berjudul ‘Buah Ajaib’ menjadi salah satu karya komik yang mengangkat cerita sederhana tapi sarat makna.
Tuti mengangkat cerita biji pala melalui cerita, visual, dan informasi tentang manfaat serta sejarahnya.
Tuti Adhayati menceritakan, ide penulisan komik tersebut berawal dari ketertarikan terhadap pala. Ia melihat masih banyak orang yang belum mengetahui secara utuh bentuk biji pala maupun berbagai manfaatnya.
“Biji Pala bukan cuma untuk membuat soto, bukan cuma jadi bumbu aja. Tapi dapat diolah menjadi obat-obatan, parfum, banyak sekali yang lengkap berada dalam kehidupan kita tanpa kita sadari,” kata Tuti.
Tuti Adhayati mengatakan, saat bedah Buku Seri yang diselenggarakan Pusat Perbukuan, Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM), Kemendikdasmen di Perpustakaan Kemendikdasmen, Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Pemilihan format komik dimaksudkan agar informasi tentang buah pala dapat diterima anak-anak dengan cara yang menyenangkan.
Untuk memahami tentang segala hal terkait buah pala, kata Tuti, dirinya melakukan riset mulai dari manfaat, pengolahan. Termasuk, sejarahnya sebagai salah satu komoditas yang pernah menarik perhatian dunia.
“Pokoknya harus banyak gambarnya, berwarna, supaya anak-anak bacanya tidak membosankan dan kaku. Informasi dalam buku anak perlu disampaikan secara sederhana agar tidak membebani konsentrasi pembaca,” jelasnya.
Kepala Pusat Perbukuan Supriyatno mengatakan, bedah buku menjadi ikhtiar untuk meningkatkan literasi.
Sekaligus, untuk memperkenalkan buku-buku terbitan Pusat Perbukuan maupun karya penulis dan berbagai lembaga.
“Bedah buku yang dilakukan sebagai sebuah ikhtiar dalam rangka untuk meningkatkan literasi,” ujar Supriyatno.
Sebagai bacaan, buku komik ‘Buah Ajaib’ sudah digunakan menjadi sumber belajar kontekstual oleh guru SMP Bosowa Bina Insani Bogor Kharisma Prawesti Sri Utami.
Menurutnya, cerita tentang Biji Pala sebagai buah ajaib, dapat dijadikan titik awal bagi siswa untuk menemukan masalah, merancang solusi, dan menghubungkannya dengan berbagai bidang pembelajaran sains, teknologi, engineering dan matematika (STEM).
Kharisma mengatakan, setelah membaca komik, siswa dapat mengidentifikasi persoalan yang muncul dalam cerita.
“Misalnya, persoalan jamur pada biji pala. Kemudian dari sana, murid dapat diajak memikirkan solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi persoalan tersebut,” kata Kharisma.
Menurutnya, STEM tidak selalu harus dikaitkan dengan mesin atau teknologi. Namun, siswa dapat mengembangkan desain atau rekayasa solusi berdasarkan persoalan yang mereka temukan dalam cerita. (Way)





