KORANJURI.COM – Perum Bulog kembali menorehkan sejarah baru dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Hingga 8 Oktober 2026, realisasi pengadaan Public Service Obligation (PSO) mencapai 4.115.014 ton setara beras atau 102,88 persen dari target penugasan Pemerintah sebesar 4 juta ton. .
Pencapaian lebih dari 4 juta ton tersebut melampaui realisasi tahun 2025 sebanyak 3.191.969 ton setara beras. Atau, jauh berada di atas pencapaian pengadaan pada tahun-tahun sebelumnya.
Pengadaan Bulog terbesar sebelumnya terjadi pada tahun 2012 sebanyak 3,65 juta ton, dan tahun ini yang terbesar sepanjang 14 tahun terakhir.
Sedangkan Perum Bulog Kantor Wilayah Bali juga mencatatkan kinerja positif. Realisasi pengadaan beras per 7 Oktober 2026 mencapai sekitar 7.218 ton setara beras atau sekitar 190,61 persen dari target sebesar 3.786 ton.
Hal ini menunjukkan optimalnya penyerapan hasil produksi petani lokal sekaligus memperkuat Cadangan Beras Pemerintah di Provinsi Bali.
Dalam pelaksanaan pengadaan tahun 2026, Bulog terus mengoptimalkan seluruh instrumen pengadaan. Mulai dari penguatan jaringan pembelian di tingkat produksi, peningkatan kesiapan sarana penyimpanan dan pergudangan, hingga percepatan penyerapan pada momentum panen.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan hasil panen petani dapat terserap secara optimal sekaligus memperkuat stok pangan yang dikelola Pemerintah.
Kepala Kantor Wilayah Perum Bulog Bali Simon Melkisedek Lakapu menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh insan Bulog serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pencapaian bersejarah tersebut.
“Pencapaian ini menjadi rekor tertinggi sepanjang Bulog berdiri, dan ini bukan hanya sekedar angka, ada kerja keras, dedikasi, dan semangat seluruh insan Bulog di berbagai penjuru Indonesia yang terus bergerak,” kata Simon Melkisedek, Jumat, 9 Oktober 2026.
Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan bersejarah ini. Sehingga, Bulog terus memberikan manfaat bagi petani, menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat, dan memperkuat ketahanan pangan Indonesia.
Menurutnya, dengan pengadaan yang kuat di tingkat hulu, pemerintah memiliki fondasi stok yang semakin kokoh untuk mendukung berbagai program stabilisasi dan penyaluran pangan kepada masyarakat.
” Rekor pengadaan tersebut menjadi kado terbaik menuju 2 tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto,” jelas Simon.
Prestasi tersebut, kata Simon, memperkuat posisi Bulog dalam menjalankan peran strategisnya melalui tiga pilar ketahanan pangan nasional yakni, menjaga ketersediaan pangan, mendukung stabilisasi harga di tingkat produsen dan konsumen, serta mengelola cadangan pangan pemerintah.
“Kami berkomitmen melanjutkan kontribusi dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan serta memastikan setiap hasil kerja petani menjadi bagian dari kekuatan pangan Indonesia,” jelas Simon. (*/Way)





