KORANJURI.COM – Gubernur Bali Wayan Koster mematangkan percepatan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Proyek itu akan digarap oleh investor asal Tiongkok, Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd.
Koster mengatakan, Bali siap menjadi daerah prioritas dalam pengembangan teknologi pengolahan sampah berbasis energi.
Menurutnya, lahan sudah disiapkan, akses jalan sudah ada, dan sosialisasi kepada masyarakat juga sudah dilakukan.
“Kami di Bali sudah satu tim, gubernur, walikota, dan para bupati. Masyarakat pada prinsipnya sudah setuju, jadi sekarang tinggal berjalan,” kata Koster, Rabu, 11 Maret 2026.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Bali akan memberikan dukungan penuh agar proyek tersebut bisa segera terealisasi. Pemerintah daerah juga meminta kejelasan timeline kerja dan progres pembangunan agar prosesnya berjalan efektif.
“Isu pengolahan sampah ini sangat ditunggu masyarakat Bali, jadi kita dorong percepatannya,” jelas Koster.
Deputi Bidang Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Pangan Nani Hendiarti menyatakan komitmennya untuk mengawal percepatan pembangunan PSEL itu.
Termasuk, koordinasi dengan Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) Danantara.
Menurutnya, proyek PSEL yang masuk batch pertama termasuk Bali itu, akan segera dibahas dalam rapat koordinasi terbatas pemerintah pusat.
Targetnya, akan dilakukan peluncuran di empat lokasi pada 6 April mendatang dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS).
“Kami mohon dukungan dari pemerintah daerah untuk segera menyelesaikan PKS antara Pemda dan BUPP Danantara, termasuk komitmen jumlah volume sampah yang akan diolah setiap harinya,” ujar Nani.
Pemerintah pusat juga menargetkan groundbreaking proyek PSEL di Bali dilakukan akhir Juni 2026.
Dalam masa transisi menuju operasional, pemerintah akan mengawal kebijakan penutupan TPA serta memastikan pengelolaan sampah tetap berjalan.
Sementara, perwakilan Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd memastikan, teknologi yang digunakan di PSEL Bali memenuhi standar emisi Eropa dan tidak mencemari udara.
Fasilitas dirancang dengan sistem zero limbah air, dan tanpa menyisakan residu. Karena residu akan diproses secara maksimal.
Pemerintah pusat dan Investor juga menyiapkan dukungan tambahan berupa truk listrik pengangkut sampah untuk menunjang sistem pengelolaan sampah modern di Bali. (*)






