KORANJURI.COM – Penghormatan terhadap satwa dan hewan peliharaan di Bali berlangsung saat perayaan Tumpek Kandang atau Tumpek Uye. Tradisi itu berlangsung setiap enam bulan sekali.
Pada Sabtu (5/9/2026), perayaan itu berlangsung secara serentak di seluruh Bali.
Gubenur Bali Wayan Koster menggelar peringatan Tumpek Uye dengan melakukan persembahyangan di Pura Luhur Batukaru, Tabanan.
Ratusan ikan di kolam diberi makananan dan melepasliarkan ratusan ekor burung Titiran ke alam bebas.
Di Kabupaten Tabanan, anjing yang dipiara warga mendapatkan vaksinasi rabies dan sterilisasi massal.
“Tumpek Uye ini sebagai wujud penghormatan manusia terhadap binatang yang telah memberi manfaat bagi kehidupan manusia,” kata Koster.
Menurutnya, hal itu sejalan dengan falsafah Tri Hita Karana sebagai pandangan hidup umat hindu Bali.
Konsep tri falsafah itu mewujudkan keharmonisan dan keseimbangan hidup antara Manusia dengan Tuhan (Parhyangan), manusia dengan manusia (Pawongan), dan manusia dengan alam (Palemahan).
Peringatan Tumpek Kandang juga berkembang lebih luas dengan menjangkau satwa-satwa yang ada di laut.
Di Pantai Masceti, Gianyar dan Oemah Penyu Desa Uma Anyar, Seririt, Buleleng, masyarakat melakukan pelepasan ratusan tukik.
“Momentum ini memperkuat kesadaran bahwa satwa merupakan bagian penting dari kehidupan dan keseimbangan alam,” jelas Gubernur Bali Wayan Koster. (Way)





