Peran Desa Adat di Bali dalam Penanganan Covid-19

oleh
Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Penanganan Covid-19 di Bali dilaksanakan melalui 2 cara, dengan mengembalikan keharmonisan alam melalui Niskala dengan menggelar upacara Bhuta Yadnya (kurban suci), dan Dewa Yadnya (persembahan suci ) kehadapan Tuhan Yang Maha Esa.

Sementara itu, dari sisi ilmu pengetahuan, Pemerintah Provinsi Bali melaksanakan tindakan konkrit berbasis data. Mendukung pencegahan dan penanganan pandemi Covid-19 seperti, pembentukan satuan tugas, dan penetapan status siaga darurat bencana wabah penyakit, pelaksanaan belajar mengajar secara online dan bekerja dari rumah.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra yang mewakili Gubernur Bali, pada acara Focus Group Discussion (FGD) Kajian Strategis Staf Ahli Kepala Satuan Angkatan Darat (Sahli Kasad) bertajuk ‘CBRNE THREATS’ di Denpasar, Kamis (3/12/2020).

“Disamping upaya pencegahan, Pemprov Bali juga melaksanakan upaya-upaya dan terobosan percepatan penanganan pandemi dengan melibatkan desa adat. Karena kami percaya benteng terakhir di Bali untuk menjaga adat budaya adalah desa, termasuk dalam menghadapi pandemi. Desa adat adalah elemen terpenting bagi Bali,” kata Dewa Indra.

Pelibatan Desa Adat dalam penanganan Covid-19 telah sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali. Awalnya, beleid itu bertujuan memperkuat keberadaan desa adat dalam menjaga nilai-nilai adat dan budaya yang sangat ditaati dan ditakuti masyarakat Bali.

“Tidak hanya dari sisi regulasi, masing-masing desa adat juga diberikan dukungan finansial dengan anggaran dari kas daerah, besarannya cukup memadai, total sekitar Rp 350 juta per desa adat sejak awal terjadinya pandemi hingga saat ini,” ujarnya.

Sementara, Korsahli Kasad Irjen TNI Ali Amda Nugrah berharap, melalui forum tersebut dapat terbangun komunikasi yang efektif dan efisien, sebagai pelengkap data dan bahan analisis kajian strategis.

“Masukan yang ada akan diformulasikan sebagai saran strategis kepada atasan dalam menghadapi ancaman negara,” kata Amda Nugrah. (Ros)