4 Mahasiswa ITB STIKOM Bali Ikuti Pertukaran Mahasiswa Merdeka

    


4 mahasiswa ITB STIKOM Bali mengikuti program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB STIKOM Bali Ida Bagus Suradarma, SE, M.Si melepas empat mahasiswa peserta program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

Keempat mahasiswa tersebut akan mengikuti perkuliahan selama satu semester secara offline di perguruan tinggi (PT) penerima program tersebut.

Keempat mahasiswa tersebut masing-masing, Hergiano Pingko yang merupakan mahasiswa angkatan 2021 Program Studi (Prodi) Sistem Komputer ke ITB Bandung. Hergiano Pingko akan mengambil seluruh 20 SKS di ITB Bandung pada Prodi yang sama.

Ni Komang Ratih Tribanowati angkatan 2021 dari Program Studi Sistem Informasi ke Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Ni Komang Ratih Tribanowati akan mengambil 14 SKS, dan mengikuti 6 SKS dari ITB STIKOM Bali.

William Gates dari Prodi Bisnis Digital Angkatan 2021 ke Universitas Amikom Yogyakarta. William mengambil 20 SKS. Kemudian, Luh Gede Liana Putri ke Universitas Budi Luhur Jakarta. Luh Gede Liana Putri juga mengambil seluruh 20 SKS.

“Saya yakin kembali dari sana anda akan memiliki kemampuan akademik yang lebih baik dan wawasan yang lebih luas karena bergaul dengan mahasiswa lain dari seluruh Indonesia,” kata Suradarma, Rabu, 10 Agustus 2022.

Program PMM ini sejalan dengan semua program yang dijalankan di ITB STIKOM Bali. Kampus teknologi terbesar di Bali Nusra ini meningkatkan wawasan mahasiswa melalui program kuliah sambil magang offline di Jepang.

Program lain yakni, kuliah sambil kerja offlne di Inggris, kuliah sambil magang online di Singapura, maupun mengikuti program International Credit Transfer ke Dalian Neosoft University of Information, China.

“Semua itu dalam rangka meningkatkan citra kampus kita. Tahun ini kita berada di ranking 127 dari sekitar 4.000 perguruan tinggi negeri dan swasta di seluruh Indonesia. Ini penilaian Webometrics, sebuah lembaga asing, jadi fair. Semester lalu kita baru berada di ranking 145,” kata Suradarma.

Wakil Rektor II Bidang Administrasi, Keuangan dan Sumber Daya ITB STIKOM Bali Dr. Ni Luh Putri Srinadi, SE, MM.Kom juga memberikan wejangan sekaligus dorongan moral kepada mahasiswa agar senantiasa menjaga diri selama di kampus tujuan.

“Jaga nama baikmu, nama baik keluarga, nama baik kampus dan nama baik Bali,” kata Putri Srinadi.

Personal in Charge Program PMM ITB STIKOM Bali Dr. Evi Triandini, M.Eng melaporkan, dibandingkan tahun lalu peserta outbond PMM ITB STIKOM Bali mengalami penurunan. Tahun lalu mahasiswa ada 12 orang mahasiswa dan tahun ini hanya 4 orang.

“Tapi tahun ini, kita kedatangan mahasiswa inbound sebanyak 55 orang, mereka datang dari hampir seluruh kampus di Indonesia,” kata Evi.

Sekedar diketahui, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim memberikan hak mahasiswa untuk mengikuti kegiatan di luar prodinya selama 3 semester. Satu semester di luar prodi dalam perguruan tingginya dan dua semester di luar prodi di luar perguruan tingginya. Total seluruh konversi menjadi 60 SKS.

Khusus untuk PMM, mahasiswa akan mendapatkan berbagai kemudahan antara lain, SPP selama satu semester dibayar oleh negara, mendapat uang saku bulanan dari negara sebesar Rp 700.000, uang kos Rp 500.000 per bulan dan tiket PP dari kampus asal ke kampus tujuan dibiayai oleh negara.

Termasuk, mengikuti kegiatan budaya yang difasilitasi oleh PT penerima. (rsn/*)