UPMI Bali Siapkan Kuota 1.000 Calon Mahasiswa Baru, PJKR dan BK Masih Jadi Prodi Unggulan

oleh
Rektor Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Bali Prof. Dr. Drs. I Made Suarta, SH., M.Hum.- foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mentargetkan kuota 1.000 mahasiswa baru tahun pelajaran 2026/2027. Kuota jumbo itu disiapkan untuk mahasiswa yang berkompeten dan berkualitas.

Rektor Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Bali Prof. Dr. Drs. I Made Suarta, SH., M.Hum. mengatakan, UPMI selalu berkomitmen untuk menjaga kualitas pendidikan dengan meningkatkan kualitas dosen, kurikulum yang relevan dan fasilitas yang memadai.

UPM juga aktif menjalin kerjasama dengan pemerintah provinsi Bali, institusi pendidikan dan sekolah lainnya untuk meningkatkan pengalaman belajar mahasiswa.

Selain itu, UPMI menurut Made Suarta, secara rutin menyiapkan beasiswa untuk prodi bahasa daerah seperti Bahasa Bali.

“Kami memberikan pemantik untuk calon mahasiswa agar mau mempelajari disiplin ilmu tersebut. Ini terus kami mempertahankan pada prodi itu sebagai wujud dedikasi kami sebagai lembaga pendidikan tinggi,” kata Made Suarta, Senin, 30 Maret 2026.

Salah satu lembaga pendidikan tinggi di Bali itu, selama ini juga melahirkan sejumlah atlet berprestasi di bidang olahraga, baik nasional maupun internasional. Salah satunya, Maria Natalia Londa, seorang atlit nasional yang berlaga di SEA Games Kamboja 2023.

Prestasi keolahragaan itu, dikatakan Made Suarta, menyedot banyak peminat untuk belajar di prodi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (PJKR).

“Termasuk Bimbingan Konseling (BK) juga menjadi prodi unggulan yang banyak peminatnya,” ujarnya.

UPMI Bali sendiri menjadi salah satu kampus penyelenggara pendidikan profesi guru (PPG). Untuk mengikuti program tersebut, pemerintah menjamin sepenuhnya biaya pendidikan berupa beasiswa.

Ia mengatakan, ada dua pendidikan profesi guru yakni, PPG Dalam Jabatan dan Pra Jabatan. PPG Dalam Jabatan diiisi oleh para guru yang telah memiliki jam mengajar. Sedangkan PPG Pra Jabatan merupakan pendidikan untuk calon guru.

Pendidikan khusus untuk tenaga pendidikan itu, kata Made Suartha, memberikan jaminan pasca tamat.

“PPG dalam jabatan begitu lulus akan dapat tunjangan profesi. Sedangkan pra jabatan dipastikan diangkat jadi tenaga ASN di tempat mereka berpraktek,” jelasnya demikian.

Sedangkan, program PPG di UPMI lebih banyak diisi oleh pendidikan Dalam Jabatan, karena banyak guru yang ingin meningkatkan kualifikasinya. (Way)