3 Hal yang Harus Dikenali Agar Terhindar dari Virus Corona

    


Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya mengatakan, virus covid-19 mengajarkan 3 hal mendasar pengenalan diri sendiri.

Tiga hal itu, kata Suarjaya yakni, apakah diri kita dalam kondisi sehat atau memiliki penyakit bawaan. Virus corona juga menjadi musuh yang harus dikenali. Termasuk pengenalan medan tempur atau, tempat dimana beraktifitas.

Menurutnya, aktivitas dan kegiatan akan berjalan dengan normal, asal tertib dan patuh protokol kesehatan, serta menerapkan 3M.

“Virus tak kasat mata ini sangat cepat menular, terutama yang punya penyakit bawaan, dan mereka yang tidak menerapkan 3M,” kata Ketut Suarjaya.

Mengenakan masker yang baik dan benar, dengan menutupi mulut dan hidung, akan mencegah tertular dari penyakit itu. Suarjaya mengatakan, masker perlindungan baik adalah jenis KN95, yang mampu memproteksi 95%. Masker medis memberi perlindungan 70% dan masker berbahan scuba perlindungannya hanya 5%.

“Vaksin terbaik saat ini adalah penerapan 3M. Jangan pernah kita mengatakan lelah untuk disiplin mematuhi 3M, karena virus corona ini tidak akan pernah lelah mencari mangsanya,” kata Suarjaya.

Tanda awal seseorang terpapar virus covid-19 adalah kehilangan penciuman, selera makan menghilang perlahan, bersin dan demam. Namun, jika seseorang yang terinfeksi dalam keadaan sehat dan imun yang baik, maka dia akan menjadi seseorang positif tanpa gejala (OTG).

“Agar tidak terinfeksi, kita jangan lalai menerapkan protokol kesehatan,” kata Suarjaya.

Sementara, perkembangan covid-19 di Bali kembali mengalami lonjakan signifikan pada Rabu, 2 Desember 2020. Satgas Covid-19 mencatat kasus positif baru sebanyak 202 orang. Jumlah itu terdiri dari
198 kasus transmisi lokal dan 4 orang pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN).

Sementara, jumlah kesembuhan sebanyak 94 orang dan 1 orang meninggal dunia. Kasus aktif atau pasien yang mendapatkan perawatan pada Rabu (2/12/2020) menjadi 1.053 orang atau 7,34%.

Sejak kali pertama angka covid-19 ditemukan di Bali pada Maret 2020, secara kumulatif, angka terkonfirmasi positif sebanyak 14.338 orang, sembuh 12.849 orang (89,62%), dan meninggal dunia 436 orang (3,04%). (Way)