Wujudkan Sekolah Unggul, MTs Ma’arif 02 Bruno Kunjungi SMK Kesehatan Purworejo

    


Siswa MTs Ma'arif 02 Bruno didampingi Kepala Sekolah Ahmad Isroi, S.Pd.I, foto bersama dengan Kepala SMK Kesehatan Purworejo, Nuryadin, S.Sos., M.Pd., dalam kunjungannya, Rabu (21/09/2022) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Sebanyak 76 siswa kelas IX MTs Ma’arif 02 Bruno (MTs Ma’arif NU Tegalsari), didampingi sejumlah guru dan kepala sekolah, berkunjung ke SMK Kesehatan Purworejo, Rabu (21/09/2022).

Diterima Kepala SMK Kesehatan Purworejo Nuryadin, S.Sos., M.Pd., kunjungan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut dari penandatanganan MoU antara kedua belah pihak beberapa waktu sebelumnya.

“Dalam MoU tersebut, kita sepakat, bahwa kedua belah pihak akan maju bersama untuk menjadi sekolah unggul, khususnya di Purworejo,” ujar Nuryadin, di sela kegiatan.

Salah satu isi dari MoU tersebut, menurut Nuryadin, tentang ekstrakurikuler kompetensi keperawatan dan farmasi bagi peserta didik MTs Ma’arif 02 Bruno. Hal itu ditindaklanjuti dengan kunjungan guru farmasi dan keperawatan SMK Kesehatan Purworejo ke MTs Ma’arif 02 Bruno, untuk memberikan materi secara teori tentang keperawatan dan farmasi.

Setelah pemberian materi teori dianggap cukup, dilanjutkan dengan kunjungan dari siswa kelas IX ke SMK Kesehatan Purworejo untuk melakukan praktek di laboratorium keperawatan dan farmasi.

Nuryadin berharap, kerjasama tersebut akan berlanjut terus, tidak lain dalam rangka untuk betul-betul menyiapkan siswa menjadi anak-anak yang hebat, mandiri, yang nantinya dalam hidupnya bisa bermakna dan bermanfaat bagi dirinya, keluarganya, bangsa dan negara.

“Setelah ini ada kegiatan lain juga. Misal, dalam waktu dekat kita akan ada kegiatan manasik haji dan dari MTs Ma’arif 02 Bruno akan dilibatkan,” terang Nuryadin.

Kepala MTs Ma’arif 02 Bruno, Ahmad Isroi, S.Pd.I., menjelaskan, kunjungan tersebut dalam rangka kegiatan kokurikuler, kunjungan ke laboratorium.

Menurutnya, pihaknya terobsesi agar MTs Ma’arif 02 Bruno menjadi MTs unggulan, sehingga siswa didorong untuk betul-betul mempersiapkan diri dan paham tentang dunia kekinian. Karena menurut hematnya, satu yang tak ternilai itu kesehatan.

“Saya berharap, anak-anak mulai dari dini, dari usia MTs sudah mulai paham tentang farmasi, perawatan, penyakit, dan kesehatan. Makanya kami lebih mantap melakukan MoU dengan SMK Kesehatan Purworejo dimana motto keduanya, sekolah kami harus menjadi sekolah unggul,” terang Isroi.

Diungkapkan pula, setelah selesai sekolah, yang menjadi obsesi adalah kerja. Dan lapangan kerja yang paling luas dan berkelas itu di bidang Kesehatan.

Mudah-mudahan, kata Isroi, MoU tersebut bisa berjalan baik dengan maksimal dan secara kontinyu. Dia melihat, banyak sekolah ekstrakulikulernya itu-itu saja. Dan ekstrakurikuler keperawatan dan Farmasi ini, merupakan hal baru di Purworejo.

“Mungkin di Purwoejo kami satu-satunya. Dengan MoU ini, jika anak-anak minat melanjutkan untuk menjadi dokter, perawat atau apoteker, kenapa harus menunggu jenjang di atasnya. Jika di MTs sudah bisa diperkenalkan, nantinya tinggal pendalaman,” pungkas Isroi. (Jon)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS