Wisuda ke-37 ITB STIKOM Bali Lepas 582 Lulusan

oleh
Ki-ka: Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan, Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti Denpasar Prof. Dr. I Made Bandem, MA., Vice President of HELP University Stephen Wu Ghee Kean dan Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti Denpasar Drs. Ida Bagus Dharmadiaksa, M.Si, Ak. - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – ITB STIKOM Bali melepas 582 wisudawan dalam wisuda ke-37 yang dilaksanakan di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Rabu, 13 Mei 2026. Mahasiswa yang dilepas berasal dari berbagai prodi D3, S1 dan S2.

Sejumlah wisudawan juga berhasil meraih dual degree yang merupakan program kerjasama internasional antara ITB STIKOM Bali dan HELP University Malaysia.

Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan mengatakan, sebagai kampus vokasi, lembaga pendidikan tinggi ITB STIKOM Bali menyiapkan kebutuhan mahasiswa untuk melanjutkan di dunia Industri, melanjutkan jenjang studi dan wirausaha.

“Hari ini bukan akhir dari suatu perjalanan tapi awal perjalanan dari para wisudawan untuk melangkah ke dunia kerja, melanjutkan dan wirausaha,” kata Dadang Hermawan.

Ia menambahkan, ITB STIKOM Bali saat ini memiliki carreer development centre yang akan membantu mahasiswa untuk melanjutkan ke dunia kerja. Program S2 juga disiapkan untuk mengakomodir tamatan yang ingin melanjutkan.

Termasuk, inkubator bisnis yang akan membantu mahasiswa dalam berwirausaha. Dirinya berharap, setiap tamatan dapat memilih dari analogi BMW, bekerja, melanjutkan dan wirausaha.

“Kami perkirakan wisudawan sudah bekerja sebelum lulus, sekitar tujuh puluh persen, dengan masa tunggu rata-rata satu bulan,” kata Dadang.

Berbagai terobosan dilakukan ITB STIKOM Bali untuk menjadi kampus bergengsi dan bertaraf internasional. Menurut Dadang, pihaknya membuka peluang semakin banyak tamatan SMA/SMK melanjutkan jenjang pendidikannya ke Perguruan Tinggi.

Menurutnya, hal itu nantinya akan linier dengan angka partisipasi kasar perguruan tinggi. Jumlah tamatan sekolah menengah atas akan lebih banyak mengakses pendidikan tinggi dengan skema beasiswa yang ditawarkan.

“Di sini kami menyiapkan beasiswa dari Yayasan, termasuk KIP Kuliah dan satu keluarga satu sarjana yang menjadi program Pemprov Bali,” ujarnya.

Vice President of HELP University Stephen Wu Ghee Kean menambahkan, selama 17 tahun terakhir, pihaknya telah berpartner dengan ITB STIKOM Bali dalam pengembangan dual degree.

Stephen berharap kerjasama akan terus berlanjut untuk masa mendatang terutama untuk bidang-bidang seperti pengembangan akal imitasi atau artificial intelligence, energi terbarukan, manajemen hingga teknologi tepat guna.

“Jadi saya berharap kami dapat melaksanakan program lanjutan seperti master degree, program PhD dan masih banyak lagi,” kata Stephen.

Sementara, Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti Denpasar (WDS) Prof. Dr. I Made Bandem, MA. menambahkan, pihaknya memberikan dukungan penuh pengembangan kerjasama dengan berbagai kampus di luar negeri.

Menurut Made Bandem, ITB STIKOM Bali memiliki visi menjadi kampus yang mendunia. Sejumlah kerjasama telah berjalan dengan sejumlah kampus seperti dari Thailand, China, United Kingdom, dan Prancis.

“Tapi kami tidak sabar menunggu SK untuk bertransformasi menjadi Universitas STIKOM Bali (USB). Seluruh persyaratan sudah dipenuhi dan kami tinggal menunggu penetapannya, mohon doanya,” kata Made Bandem. (Way)