Warga Pertanyakan Kejelasan Tukar Guling Tanah Kas Desa Kepada Kades Sanggung

    


Keterangan gambar : Rembug warga antara kelompok masyarakat dan Pemdes Sanggung yang di fasilitatori oleh Plt Camat Gatak, Kapolsek dan Danramil Kecamatan Gatak, Sukoharjo. / foto: Koranjuri

KORANJURI.COM-Puluhan warga dari perwakilan kelompok masyarakat datangi Balai Desa Sanggung, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, untuk mempertanyakan kejelasan tukar guling tanah kas desa yang di lakukan oleh pemerintah desa.

Pertanyaan tersebut mencuat pada saat warga dan Pemerintah Desa menggelar rembug warga yang di fasilitasi oleh Plt Camat Gatak Tri Wahyudi, SH, M.H, Kapolsek dan Danramil Kecamatan Gatak.

Rembug warga di lakukan, lantaran banyak warga mengeluhkan cara kepemimpinan Kades Gatak, Sri Hartini, S.H, yang di nilainya diskriminasi dan pilih asih. Sehingga warga mengaku banyak kegiatan sosial yang di selenggarakan tidak di akomodir, bahkan tidak di perbolehkan.

‘ Padahal kegiatan sosial tersebut seperti aksi donor darah dan kegiatan sosial lainya’. Jelas tokoh masyarakat Desa Sanggung, Yokanan.

Sementara itu saat di konfirmasi di kantornya, Kepala Desa Sanggung mengaku, pihaknya tidak pernah melarang kegiatan warga, apalagi kegiatan sosial seperti aksi donor darah. Ia mengaku telah terjadi miskomunikasi.

Hartini mengatakan, dampak pandemi selama dua tahun menjadi penyebab komunikasi banyak berkurang, akan tetapi ia selalu berusaha bisa hadir di berbagai kegiatan warga.

Senada dengan Yokanan, Ketua Majelis Ta’lim Darul Hikmah, Suwanto mengatakan, persoalan ketidak harmonisan yang terjadi antara kelompok masyarakat dan pemerintah desa harus segera di selesaikan.Jangan sampai terjadi disharmoni yang dapat menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.

Apalagi Kepala Desa selaku pamong warga, sepantasnya tidak pilih kasih dalam memimpin. Semua warga adalah sama. Baik dalam kepesertaan program pemerintah maupun serapan aspirasinya.

Untuk itu ia bersama para tokoh masyarakat dan kelompok tani Desa Sanggung, akhirnya di mediasi oleh Plt Camat Gatak, Kapolsek Gatak dan Danramil Gatak, untuk menggelar rembug warga. Agar berbagai persoalan yang terjadi selama ini dapat di cairkan, guna memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan warga.

Dalam rembug warga, Plt Camat Gatak mempersilahkan perwakilan kelompok masyarakat menuangkan unek uneknya yang akan di catat dan di carikan solusinya.

‘ Dari hasil rembug warga maka mengerucut enam poin yang menjadi catatan Pemerintah Desa yang harus segera di tindak lanjuti.’ Kata Suwanto usai pertemuan rembug warga di Balai Desa Sanggung.

‘ Pemerintah Kecamatan akan mengawal hasil kesepakatan tersebut’ Jelas Suwanto menegaskan.

Wanto katakan, dari hasil rembug warga di sepakati yang pertama, tanah kas desa yang di lakukan tukar menukar masih dalam proses penyelesaian, apabila sudah selesai akan di sosialisakan ke masyarakat lewat RW dan RT.

Kedua, melakukan legalitas kepada Pemuda Tani Ontosena dan Kelompok Wanita Tani Srikandi.

Ketiga, Pemerintah Desa memberikan bimbingan laporan pertanggung jawaban kepada semua kelompok di Desa Sanggung.

Keempat, akan di lakukan kerjasama yang harmonis antara Pemerintah Desa dan semua Desa Sanggung agar tercipta pembangunan Desa Sanggung yang baik dari segi fisik maupun non fisik.

Kelima, Pemerintah Desa dan lembaga senantiasa akan melakukan pendampingan untuk mewujudkan saran, usul dan pendapat yang sudah di sampaikan di forum.

Ke enam apabila harapan, saran, usul dan pendapat yang sudah disampaikan di forum tidak dilakukan maka warga akan menggelar demo besar besaran.

Hasil kesepakatan dalam rembug warga di tanda tangani oleh Kepala Desa Sanggung, Sri Hartini, S.H, BPD Desa Sanggung, Parmidi.

Diketahui Plt Camat Gatak, Tri Wahyudi, S.H, M.H. Babinkamtibmas Desa Sanggung, Adi Prasetya, W. S.H. Babinsa Desa Sanggung, Mardi Raharjo. Tokoh masyarakat Subardi dan Suwanto. /Jk