Wamenag: Pendidikan Agama Islam Simpul Cinta Bangsa

    


Kementerian Agama memberikan tanda mata kepada Pemerintah Daerah Tingkat I dan II yang berkontribusi aktif dalam Pendidikan Agama Islam Tahun 2021 - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi menyatakan, Pendidikan Agama Islam (PAI) menjadi sarana transformasi pengetahuan keagamaan, norma dan nilai moral.

“Pendidikan agama Islam juga sebagai simpul dalam mewujudkan generasi untuk mencintai bangsanya,” kata Zainut di Kuta, Badung, Sabtu, 21 Mei 2022.

Dalam hal ini, Kementerian Agama memberikan tanda mata kepada Pemerintah Daerah Tingkat I dan II yang berkontribusi aktif dalam Pendidikan Agama Islam Tahun 2021.

Menurutnya, hari kebangkitan nasional menjadi kesempatan yang baik untuk menghadirkan kembali PAI. Dijelaskan, nilai-nilai moderasi beragama mencakup, cinta tanah air, toleransi, anti kekerasan, dan adaptif terhadap kebudayaan lokal yang menjadi bagian penting dalam pengembangan dunia pendidikan.

“Momentum Hari Kebangkitan Nasional adalah waktu yang tepat untuk menghadirkan kembali PAI,” ujarnya.

Sementara, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menambahkan, penghargaan yang diberikan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan termasuk pendidikan Islam.

“Perhatian terhadap dunia pendidikan, juga sejalan dengan Visi Pemerintah Provinsi Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” kata Cok Ace.

Menurut Cok Ace, di masa pandemi covid-19, Pemprov Bali berkomitmen memajukan dunia pendidikan. Termasuk, memberikan perhatian dan pendampingan terhadap lembaga pendidikan agama Islam di wilayah Bali.

“Semoga kerja sama yang baik antar lembaga pendidikan agama dengan pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota bisa terus ditingkatkan,” jelasnya. (Way)